1 dari 5 Warga Amerika Anggap Jadi Miliarder Itu ‘Keliru Secara Moral’

Di negara impian Amerika, sekitar satu dari lima orang dewasa percaya salah secara moral untuk punya kekayaan sangat besar. Tapi, kebanyakan besar orang Amerika bilang jadi sangat kaya bukan masalah etika.

Jumlah miliarder di dunia di tahun 2026 adalah yang terbanyak sepanjang masa: Menurut laporan Oxfam, sekarang ada lebih dari 3.000 orang yang punya harta 10 digit. Peringkat pertama adalah CEO Tesla, Elon Musk, dengan kekayaan $659 miliar, diikuti pendiri Alphabet Larry Page ($264 miliar). Lalu ada Sergey Brin, Jeff Bezos dari Amazon, dan Mark Zuckerberg dari Meta.

Tapi, 18% orang Amerika biasa bilang punya kekayaan besar itu "salah secara moral."

Sebuah survei dari Pew Research menanyakan pendapat lebih dari 3.000 orang tentang etika beberapa hal. Soal jadi "sangat kaya" (punya miliaran dolar), mayoritas (63%) bilang itu bukan masalah etika. Bahkan, 18% lagi bilang jadi miliarder itu sangat etis.

Ada perbedaan pendapat yang jelas berdasarkan umur. Orang berumur 18-29 tahun (Gen Z) paling banyak yang rasa kekayaan ekstrem itu tidak baik. Sepertiga bilang itu salah moral. Pendapat ini makin lemah seiring usia: 20% Milenial (30-49 tahun) bilang jadi miliarder salah, sementara Gen X dan baby boomers masing-masing 11% dan 10%.

Perbedaan pendapat antara responden termuda dan tertua paling dramatis pada isu kekayaan, dibanding isu lain dalam survei ini. Isu yang dianggap paling salah moral oleh orang Amerika secara keseluruhan adalah berselingkuh saat sudah menikah.

Pajaki Orang Kaya

Meski tidak anggap miliarder salah moral, sebagian besar orang Amerika tetap ingin kesenjangan kekayaan di AS dikurangi. Distribusi kekayaan di AS memang makin timpang: Menurut data Federal Reserve, tahun 2020, dari total aset $103 triliun, $12,08 triliun dipegang oleh 0,1% orang terkaya. $18,05 triliun lagi dipegang oleh 99-99,9% teratas. Sementara, 50% terbawah hanya pegang $1,89 triliun.

MEMBACA  Eswatina Menerima 10 Warga yang Dideportasi dari AS Meski Ada Gugatan Hukum

Di data terbaru (Q3 2025), 0,1% teratas pegang $24,89 triliun dari total $172,9 triliun. 99-99,9% teratas pegang sekitar $30 triliun, sementara 50% terbawah pegang $4,25 triliun.

Dalam survei YouGov, 52% setuju kesenjangan kekayaan adalah masalah sangat besar. 28% lagi bilang itu masalah besar. Bahkan, 59% warga bilang pemerintah harus turun tangan untuk kurangi ketimpangan – 62% orang Amerika bilang tarif pajak untuk miliarder terlalu rendah (46% bilang jauh terlalu rendah, 16% bilang terlalu rendah).

Bahkan, beberapa miliarder dan jutawan sendiri minta pemimpin dunia di Davos tahun ini untuk atasi kesenjangan ini. Dalam surat terbuka, mereka tulis: "Pajaki kami. Pajaki orang super kaya."

Surat yang diorganisir oleh Patriotic Millionaires, Millionaires for Humanity, dan Oxfam ini ditandatangani oleh orang seperti Abby dan Tim Disney, dan aktor Mark Ruffalo. Isinya: "Kita semua tahu ini. Ketika bahkan para jutawan seperti kami mengakui bahwa kekayaan ekstrem telah merugikan semua orang, tidak bisa disangkal lagi bahwa masyarakat sedang berada di tepi jurang yang berbahaya."

Tinggalkan komentar