Jumat, 20 Maret 2026 – 21:30 WIB
Jakarta, VIVA – Harapan tinggi yang sempat menyertai perubahan besar MotoGP musim 2026 justru berbalik menjadi kekecewaan buat Fabio Quartararo. Pembalap dari Prancis itu mengkritik motor baru Yamaha M1 yang sekarang pake mesin V4, dengan bilang nggak ada satu bagian pun yang benar-benar jadi kelebihan.
Kondisi ini jadi sinyal serius untuk Yamaha yang lagi berusaha bangkit dari keterpurukan musim lalu. Bukannya nunjukkin perkembangan, performa motor baru mereka malah dinilai masih ketinggalan jauh dari musuh-musuhnya.
Di seri pembuka di Thailand, Quartararo dan rekan setimnya, Alex Rins, emang bisa finis di posisi poin. Tapi, hasil itu banyak dipengaruhi insiden yang nimpain pembalap lain, kayak kecelakaan dan masalah ban di akhir balapan.
Situasi ini makin nguatin pandangan kalo Yamaha belum benar-benar kompetitif.
Setelah balapan di Buriram, Yamaha sempat tes privat di Jerez bareng Honda dan KTM. Tes itu juga dipake buat nyoba ban Pirelli yang akan dipakai mulai 2027. Tapi, dari hasil tes itu, Quartararo nilai belum ada perubahan yang berarti.
“Umpan balik dari semua pembalap Yamaha sama. Nggak ada satu aspek pun di mana kami ngerasa kuat,” kata Quartararo seperti dilansir Motorsport.
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo.
Ia nambahin kalo tim teknis masih bingung cari solusi terbaik buat ngeperbaiki performa motor.
“Kami lagi coba pahami masalahnya. Para insinyur juga berusaha cari bagian mana yang bisa dibenerin biar kami lebih nyaman, tapi secara keseluruhan, rasanya tetap sama untuk semua pembalap,” lanjutnya.
Baliknya MotoGP ke Brasil setelah dua puluh tahun sempat dianggap sebagai kesempatan buat ubah peta persaingan. Tapi, Quartararo nampik anggapan itu.
“Nggak. Jawabannya singkat karena emang itu kenyataannya. Sirkuit apa pun akan susah buat kami,” tegasnya.
Ia juga soroti sedikitnya pembaruan yang berarti setelah tes di Jerez.
“Yamaha emang tes di Jerez, tapi nggak ada hal baru yang benar-benar diuji. Jadi aku nggak yakin situasinya akan membaik dibanding waktu di Thailand,” katanya.
Salah satu kelebihan Quartararo di musim-musim sebelumnya adalah performa yang bagus banget pas kualifikasi. Bahkan waktu Yamaha terpuruk, dia masih bisa dapetin beberapa pole position. Tapi, perubahan ke mesin V4 malah berdampak buruk ke performa satu lap.
Menurut Quartararo, dua masalah utama yang masih menghantui Yamaha adalah tenaga mesin dan perasaan atau feeling di bagian depan motor.