WEST BANDUNG (ANTARA) – Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi lokasi longsor di Bandung Barat, Jawa Barat, pada hari Minggu untuk memantau upaya tanggap bencana dan memberikan arahan demi keselamatan warga.
Berbicara di Desa Pasirlagu, Gibran mendorong pimpinan daerah dan semua pihak terkait untuk aktif mengelola situasi di lapangan serta memberikan bantuan yang intensif kepada warga terdampak.
"Saya turut berduka atas musibah ini, tetapi yakinlah bahwa pemerintah telah kerahkan tim tanggap darurat. Mari kita doakan agar mereka dapat menangani keadaan darurat ini dengan baik," ujarnya kepada warga.
Wapres menekankan pentingnya memastikan korban mendapat akses yang memadai terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, sekaligus mengambil langkah antisipatif untuk mencegah bencana di masa depan.
Dia menyoroti perlunya perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan penyandang disabilitas.
"Perawatan untuk yang sakit juga sama pentingnya. Pastikan bantuan didistribusikan dengan tepat," tambahnya.
Soal rencana relokasi, Gibran menekankan perlunya komunikasi publik yang jelas dan menyatakan unit hunian yang direncanakan sebaiknya dekat dengan rumah atau tempat kerja warga semula.
Dia juga menginstruksikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bandung Barat untuk segera mengidentifikasi penyebab longsor, yang diduga terkait alih fungsi lahan.
"Saya minta kepada wagub dan bupati untuk menindaklanjuti soal alih fungsi lahan ini," katanya.
Polda Jawa Barat melaporkan, hingga pukul 12.00 waktu setempat, 16 korban telah dievakuasi menggunakan body bag, dengan sembilan di antaranya teridentifikasi melalui data antemortem. Pencarian masih berlanjut untuk sekitar 80 orang yang dilaporkan hilang.
Berita terkait:
Pemerintah upayakan modifikasi cuaca untuk evakuasi longsor Cisarua
TNI selidiki laporan 23 prajurit hilang dalam longsor Jawa Barat
Penerjemah: Rubby Jovan, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026