Wakil Presiden AS Vance Peringatkan Iran untuk Tidak Meremehkan Trump

loading…

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. Foto/Anadolu

WASHINGTON – Dalam pembicaraannya pada mahasiswa di Hungaria, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut gencatan senjata itu sebagai “gencatan senjata yang rapuh”. Dia memberikan peringatan keras kepada Teheran menjelang perundingan yang akan dimulai di Islamabad akhir pekan ini.

“Kalau Iran mau bekerja sama dengan kita dengan itikad baik, saya rasa kita bisa capai kesepakatan,” kata Vance. “Tapi kalo mereka bohong dan curang, mereka tidak akan senang.”

Dia menyatakan Presiden Donald Trump telah memerintahkan seluruh tim negosiasi, termasuk Menteri Luar Negeri Rubio dan utusan khusus Steve Witkoff, untuk “berunding dengan niat baik.” Namun, dia mengingatkan bahwa AS tetap punya “pengaruh militer, diplomatik, dan ekonomi yang sangat kuat” jika Iran tidak membalas dengan cara yang sama.

Vance juga mengungkapkan bahwa Trump pernah bilang padanya bahwa “orang Iran lebih jago negosiasi daripada berperang,” sambil menunjuk pada perbedaan pendapat di dalam Iran terkait kesepakatan ini.

Dia mencatat bahwa meski beberapa pejabat Iran sudah “mengatakan hal yang benar,” ada juga yang “berbohong tentang sifat gencatan senjata” di media sosial.

MEMBACA  Petinju Aljazair Khelif Buka Peluang Tes Genetik oleh IOC untuk Olimpiade 2028

Tinggalkan komentar