Kamis, 8 Januari 2026 – 10:45 WIB
Jakarta, VIVA – Sebuah kejadian yang tidak biasa di dunia penerbangan tiba-tiba menarik perhatian banyak orang. Seorang wanita yang menyamar sebagai pramugari Batik Air berhasil melewati pemeriksaan awal dan naik pesawat seperti awak kabin asli.
Aksi ini terekam dalam video yang viral di media sosial dan mendapat berbagai tanggapan dari warganet.
Kejadian ini pertama kali diketahui setelah akun Instagram @jabodetabek24info mengunggah video yang memperlihatkan seorang perempuan berseragam pramugari sedang diamankan petugas keamanan.
Dalam video itu, perempuan tersebut terlihat memakai seragam batik putih khas salah satu maskapai Indonesia. Penampilannya dibuat sangat meyakinkan, dari rambut yang ditata rapi, koper yang dibawa, sampai sikapnya yang percaya diri di area bandara.
Berdasarkan informasi yang beredar, perempuan yang kemudian diketahui bernama Nisya ini melakukan perjalanan dari Palembang (PLM) ke Jakarta (CGK). Dia membeli tiket seperti penumpang biasa. Karena punya boarding pass yang sah, dia bisa melewati pemeriksaan awal tanpa masalah.
“Saat proses naik pesawat, dia lolos karena punya boarding pass. Tapi, waktu di dalam pesawat dan ditanya oleh pramugari asli, jawabannya tidak jelas dan tidak sesuai dengan standar pramugari,” tulis keterangan dalam unggahan itu, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Kecurigaan muncul ketika Nisya sudah berada di dalam pesawat. Kru kabin resmi merasa ada yang aneh saat berinteraksi dengannya. Jawaban-jawabannya dianggap tidak sesuai dengan pengetahuan dan prosedur yang harus dikuasai seorang pramugari aktif.
Setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, kecurigaan itu langsung ditindaklanjuti. “Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, petugas yang sudah menunggu langsung melakukan pemeriksaan,” tulis keterangan akun tersebut.
Saat itu, Nisya masih bersikeras mengaku sebagai pramugari yang sedang tidak bertugas dan bahkan menunjukkan kartu identitas yang keasliannya diragukan, yang disebut sebagai “ID 150 Masehi”.
Petugas Aviation Security (Avsec) lalu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan melaporkan kejadian ini ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Setelah diselidiki, ternyata perempuan ini mengaku pernah melamar jadi pramugari Batik Air tapi tidak lulus seleksi. Rasa malu pada keluarganya di Palembang membuatnya nekad memakai seragam pramugari palsu saat terbang ke Jakarta, seolah-olah dia sudah kerja resmi.
Seragam yang dipakai Nisya diketahui dibeli lewat toko online dan dipakai sejak berangkat dari Palembang. Setelah kasus ini viral, Nisya akhirnya minta maaf dan mengakui perbuatannya melalui sebuah video. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan pengawasan yang ketat untuk menjaga keamanan dan profesionalisme di dunia penerbangan.