Sabtu, 7 Maret 2026 – 02:03 WIB
Jakarta, VIVA – Minat masyarakat di Indonesia terhadap mobil hybrid terus naik dan menunjukkan tren yang positif. Salah satu contohnya bisa dilihat dari respons pasar terhadap Toyota Veloz Hybrid EV yang langsung dapat ribuan pesanan sejak pertama kali diluncurkan.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily, mengatakan kalau penerimaan pasar untuk Veloz Hybrid EV sangat bagus. Sejak tahap pre-launching, preview sampai peluncuran resminya di pameran mobil awal tahun ini, jumlah pemesanannya sudah mencapai ribuan unit.
“Terima kasih atas dukungan dari teman-teman media dan konsumen. Dari proses pre-launching, preview sampai peluncuran kemarin, responsnya sangat positif. Sampai hari ini sudah tercatat kurang lebih 6.500 unit pesanan,” kata Ernando di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat 6 Maret 2026.
Kalau dirata-ratakan, angka itu setara dengan sekitar 1.800 unit pesanan per bulan. Menurut Ernando, jumlah ini naik cukup signifikan dibandingkan dengan model Veloz yang sebelumnya.
“Kalau dibandingkan dengan Veloz yang lama, peningkatannya sekitar 180 persen,” ujarnya.
Toyota sudah mulai melakukan distribusi Veloz Hybrid ke konsumen sejak akhir Februari 2026. Tetapi karena permintaannya sangat tinggi, beberapa konsumen masih harus menunggu beberapa bulan sampai unitnya tersedia.
Saat ini waktu tunggu untuk model tersebut sekitar dua sampai tiga bulan, tergantung wilayah dan varian yang dipilih.
“Distribusi sudah kami mulai pada minggu terakhir Februari. Target kami, dari total pesanan yang ada, pemenuhannya bisa selesai sampai bulan April,” jelas Ernando.
Dia menambahkan, sekitar 2.000 unit Veloz Hybrid diharapkan sudah bisa diterima konsumen sampai mendekati periode mudik Lebaran tahun ini. Dengan begitu, beberapa pelanggan berpotensi bisa pakai kendaraan ini untuk perjalanan jauh.
Dari sisi varian, Ernando menjelaskan kalau tipe V menjadi pilihan yang paling banyak dipesan konsumen. Hal ini tidak terlepas dari strategi harga yang dibuat agar teknologi hybrid bisa diakses lebih luas oleh masyarakat.
“Kami memang punya komitmen untuk bawa teknologi hybrid ke lebih banyak orang. Makanya harganya dibuat tetap menarik supaya makin banyak masyarakat yang bisa merasakan teknologi ini,” tuturnya.
Selain menghadirkan teknologi elektrifikasi, Toyota juga berupaya menjaga nilai jual kembali kendaraannya. Salah satunya adalah melalui program jaminan nilai jual kembali atau guaranteed residual value sampai sekitar 70 persen dalam periode tertentu.
Halaman Selanjutnya
Menurut Ernando, hal tersebut penting karena sebagian besar konsumen di Indonesia masih anggap mobil sebagai sebuah aset.