Polisi di Monako dan Prancis sedang memburu seorang tersangka yang diduga memasang bom rakitan di pusat kota Monako. Ledakan itu terjadi pada Senin malam pukul 21.00 waktu setempat dan melukai beberapa orang dengan parah.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengonfirmasi bahwa tiga warga Ukraina termasuk di antara korban ledakan. Ketiganya adalah anggota satu keluarga, namun nama mereka tidak disebutkan. Pihak berwenang masih memeriksa kewarganegaraan mereka.
Menurut laporan media Prancis, ketiga korban tersebut diduga adalah Vadym Yermolaiev, seorang taipan Ukraina, bersama pasangannya dan putranya yang berusia 13 tahun. Kabarnya, sang wanita dalam kondisi kritis, sementara Yermolaiev dan putranya mengalami luka yang tidak terlalu serius.
Siapa Vadym Yermolaiev?
Vadym Yermolaiev adalah salah satu pengusaha terkaya Ukraina yang pindah ke Monako pada tahun 2021. Pada tahun 2023, ia mendapat sanksi dari Ukraina karena hubungan bisnisnya di Krimea setelah wilayah itu dicaplok oleh Rusia. Surat kabar Prancis Le Figaro melaporkan bahwa penyidik menduga Dinas Keamanan Ukraina berada di balik serangan itu, namun kemungkinan lebih sebagai peringatan daripada upaya pembunuhan.
Monako Gemetar
Pangeran Albert II menyebut peristiwa ini sebagai "kejahatan keji" dan kejutan besar bagi warga Monako. Salah satu ajudan Menteri Dalam Negeri Prancis mengatakan polisi bekerja keras untuk menangkap pelaku yang sudah melarikan diri. Monako adalah kerajaan kecil yang terkenal dengan kemewahan dan keamanan ketat. Karena di satu sisi laut dan di sisi lain perbatasan Prancis yang tanpa pemeriksaan, pelarian pelaku menjadi mudah.
Ledakan dahsyat itu terjadi di pintu masuk sebuah gedung apartemen di pusat Monako. Saksi melihat seorang pria meninggalkan paket di lokasi sebelum bomnya meledak, kata Jaksa Monako, Stephane Thibault.