Rabu, 7 Januari 2026 – 18:30 WIB
Jakarta, VIVA – Merek produk teh celup populer Sariwangi telah dijual oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kepada PT Savoria Kreasi Rasa, yang merupakan salah satu unit usaha dari Grup Djarum.
Berdasarkan keterangan BEI, penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (BTA) untuk transaksi senilai Rp 1,5 triliun itu dijadwalkan selesai pada 2 Maret 2026.
“Penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan dengan nilai pasar sebesar Rp 1.488.228.000.000. Harga kesepakatannya adalah Rp 1.500.000.000.000 belum termasuk pajak yang berlaku,” jelas Manajemen UNVR seperti dikutip dari keterangan BEI, Rabu (7/1/2026).
Dalam keterangan tersebut juga diungkapkan bahwa angka Rp 1,5 triliun itu mencakup 45 persen dari ekuitas Unilever, berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025. Sementara itu, total aset bisnis Sariwangi disebut setara 2,5 persen dari total aset Perseroan.
Selain itu, dijelaskan juga bahwa Sariwangi berkontribusi sekitar 3,1 persen terhadap laba bersih perseroan, dengan pendapatan usahanya menyumbang sekitar 2,7 persen.
Pihak Manajemen UNVR memastikan bahwa transaksi ini tidak akan mengganggu kelangsungan usaha Unilever.
“Transaksi ini tidak akan memberikan dampak yang material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan,” ujarnya.
Sebagai informasi, dari hasil penjualan Sariwangi ini, Unilever akan merealisasikan nilai investasinya di bisnis teh dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam jangka pendek.
Manajemen UNVR juga menjelaskan bahwa perseroan akan fokus pada bisnis inti yang ada, dalam upaya meningkatkan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.