Trump Ingin Kuasai Minyak Venezuela, China: Itu Perusak Hak Rakyat!

Kamis, 8 Januari 2026 – 10:55 WIB

Beijing, VIVA – Pemerintah China menyatakan keberatanya atas rencana Amerika Serikat untuk mendapatkan 30 sampai 50 juta barel minyak dari Venezuela, setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Baca Juga:
Rupiah Melemah seiring Optimisme Purbaya soal Ekonomi RI 2026 Tumbuh 6 Persen

“Venezuela adalah negara berdaulat dan punya kedaulatan penuh serta permanen atas semua sumber daya alam dan kegiatan ekonominya. Permintaan Amerika Serikat melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, dan merusak hak-hak rakyat Venezuela,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Kamis, 8 Januari 2026.

Presiden AS Donald Trump saat memaparkan operasi Absolute Resolve di Venezuela

Baca Juga:
Gedung Putih: Rencana Trump Akuisisi Greenland untuk Cegah Agresi China dan Rusia di Wilayah Artik

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah setuju untuk menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak ke AS. Trump bilang minyak itu akan dijual dengan harga pasar, dan hasilnya "akan dikontrol oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat" untuk memastikan penggunaannya bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan AS.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Menghijau, Mayoritas Bursa Asia Melemah Imbas Ekskalasi China-Jepang

Padahal, berdasarkan data dari perusahaan minyak nasional Venezuela, Petroleos de Venezuela s.a. (PDVSA), negara itu mengekspor 952.000 barel per hari pada November 2025, sebelum blokade militer AS yang dimulai di Desember 2025. Dari jumlah itu, 778.000 barel dikirim ke Tiongkok, memberikan Beijing porsi 81,7 persen dari ekspor minyak Venezuela.

Produksi minyak harian Venezuela pada 2025 diketahui sekitar 1,1 juta barel per hari, jauh berkurang dari produksi tahun 1970-an yang mencapai 3,5 juta barel minyak per hari. Penurunan ini akibat masalah tata kelola, kurangnya investasi infrastruktur, dan dampak sanksi.

MEMBACA  Penggemar Trump Menyebarkan Konspirasi tentang Anting-Anting Mikrofon Setelah Debat

Minyak Venezuela menyumbang sekitar 4 persen dari total impor minyak China, yang sebagian besar sumber minyaknya berasal dari negara-negara di Timur Tengah dan Rusia.

"Kerja sama antara China dan Venezuela adalah kerja sama antara dua negara berdaulat dan berada di bawah perlindungan hukum internasional dan hukum yang relevan. Hak dan kepentingan sah China di Venezuela harus dilindungi," tambah Mao Ning.

AS, ungkap Mao Ning, sudah lama memberlakukan sanksi sepihak yang ilegal terhadap industri minyak Venezuela dan secara terang-terangan menggunakan kekuatan terhadap Venezuela baru-baru ini. "Ini telah memberikan pukulan telak terhadap tatanan ekonomi dan sosial di Venezuela dan mengancam stabilitas rantai industri dan pasokan global. China telah mengutuk keras hal ini," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Ia pun menegaskan bahwa kerja sama antara China dan Venezuela adalah kerja sama antara negara-negara berdaulat dan dilindungi oleh hukum internasional dan hukum kedua negara.

Tinggalkan komentar