Sabtu, 7 Maret 2026 – 00:11 WIB
Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran untuk "menyerah tanpa syarat" seiring berlanjutnya serangan gabungan AS-Israil ke Iran. Serangan ini memicu balasan terus-menerus dari Teheran.
"Tidak akan ada kesepakatan apapun dengan Iran, kecuali mereka menyerah tanpa syarat! Setelah itu, dan setelah terpilihnya pemimpin baru yang hebat dan bisa diterima, kami dan sekutu-sekutu yang pemberani akan bekerja keras untuk menyelamatkan Iran dari jurang kehancuran," kata Trump melalui akun Truth Social-nya pada hari Jumat.
Trump juga menyatakan akan memastikan ekonomi Iran menjadi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari sebelumnya.
"Iran akan memiliki masa depan yang sangat cerah," tambahnya.
Ketegangan di kawasan Teluk terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada Sabtu, 28 Februari. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, sekitar 150 murid sekolah, dan pejabat militer senior.
Iran kemudian meluncurkan serangkaian serangan balasan ke pangkalan militer, fasilitas diplomatik, dan personel AS di kawasan itu, serta ke sejumlah kota di Israel. Intensitas serangan ini terus meningkat.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, pada Kamis 5 Maret, mengatakan otoritas Iran salah perhitungan jika mengira Washington tidak bisa mengikuti tempo operasi militer mereka.
"Iran berharap kami tidak akan tahan, tapi itu adalah kesalahan hitung besar bagi IRGC di Iran," kata Hegseth, merujuk pada Korps Garda Revolusi Islam.
Dia menambahkan bahwa AS tidak kekurangan tekad sedikit pun. Hegseth menegaskan persediaan senjata ofensif dan defensif AS masih sangat cukup untuk melanjutkan serangan sampai tujuan perang tercapai. (Ant)
—
Berita Terkait:
- Ini Kandidat Pemimpin Iran Pilihan Trump, Dijamin Selamat dari Serangan AS
- 24 Negara Bagian AS Gugat Tarif Global 10 Persen Trump
- Alasan Keamanan, Iran Tunda Pemilihan Pemimpin Tertinggi Pengganti Ali Khamenei
—
Berani! Presenter Jimmy Fallon Ejek Donald Trump Soal Iran, Picu Kekhawatiran Publik
Presenter kenamaan AS, Jimmy Fallon, jadi sorotan setelah mengejek Donald Trump dalam acara talkshow-nya tanggal 2 Maret lalu.