JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melaksanakan transformasi bisnis dengan nama TLKM 30. Visi besar yang dimulai sejak 2025 ini adalah bentuk transformasi bisnis untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pelanggan yang makin dinamis.
Menurut Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, langkah ini diambil agar perusahaan tetap relevan. Inisiatif TLKM 30 memperkuat struktur internal dan tata kelola perusahaan agar lebih siap merespons pasar. Tujuannya adalah menjadikan Telkom lebih agile, progresif, kompetitif, dan berkelas dunia.
"Melalui TLKM 30, kami menjalankan agenda transformasi lima tahun menuju 2030 untuk melipatgandakan nilai perusahaan. Fokusnya adalah merombak cara beroperasi dan menata ulang struktur aset agar lebih efisien," ujar Dian dalam siaran tertulis, Jumat (7/3/2026).
Transformasi ini juga mencakup penyelarasan seluruh pelaporan keuangan global. Bagi Telkom, transparansi adalah janji dan tanggung jawab integritas. "Dengan sistem yang lebih sehat, Telkom bisa memberikan manfaat digital yang lebih luas bagi masyarakat," lanjutnya.
Transformasi TLKM 30 bertumpu pada empat pilar. Pertama, Operational & Service Excellence, yang fokus pada perbaikan tata kelola dan budaya kerja untuk pelayanan lebih baik. "Pilar ini termasuk optimalisasi kapital dalam operasional," jelasnya.