Tragis, Prajurit TNI AL Tewas Usai Dicambuk Puluhan Kali oleh Senior

Minggu, 1 Maret 2026 – 09:36 WIB

Padang Pariaman, VIVA – Dunia militer Indonesia kembali berduka. Seorang prajurit TNI Angkatan Laut, Serda Ade Ardiyan Rahmadana, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan orientasi di KRI Kujang-642, Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I.

Korban diduga meninggal akibat tindakan kekerasan fisik berlebihan yang dilakukan beberapa oknum seniornya. Peristiwa ini disebut terjadi dalam kegiatan orientasi yang diketahui oleh perwira kapal.

Dimakamkan Secara Militer di Padang Pariaman

Suasana duka menyelimuti Korong Pauah, Nagari Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Keluarga menangis saat jenazah Serda Ade Ardiyan Rahmadana dimakamkan dengan prosesi pemakaman militer.

Prajurit kelahiran 2002 itu kembali ke kampung halaman dalam peti mati, meninggalkan kesedihan yang dalam bagi keluarga dan teman-temannya.

Berdasarkan laporan Asintel Pangkoarmada I, Serda Ade dinyatakan meninggal pada 27 Februari 2026. Dalam sebuah video amatir yang beredar, korban terlihat dalam kondisi sangat lemah hingga harus ditopang rekannya di Pantai Sakera, Tanjung Uban, Kepulauan Riau.

Hasil Visum dan Pengakuan Oknum Senior

Hasil visum menunjukkan ada memar luas akibat benturan benda tumpul di bagian punggung dan bokong korban. Dua oknum senior berinisial Serda AS dan Serda SS mengaku telah mencambuk korban memakai selang air puluhan kali.

Motif yang mereka berikan adalah balas dendam karena mereka juga pernah mengalami perlakuan serupa saat masih menjadi prajurit muda.

Yang memprihatinkan, kegiatan orientasi ini diketahui dan disetujui oleh komandan serta beberapa perwira di KRI Kujang-642. Meskipun korban sudah tidak sadarkan diri sejak di lokasi latihan, pertolongan medis baru diberikan setelah korban tiba di BK Fasharkan Mentigi dalam keadaan tidak bernapas.

MEMBACA  Pemilihan Presiden AS: Tinggal 5 hari lagi - Apa yang dikatakan oleh jajak pendapat, apa yang sedang dilakukan oleh Harris dan Trump | Berita Pemilihan Presiden AS 2024

Keluarga Terpukul, Minta Kasus Diusut Tuntas

Keluarga korban menyatakan sangat terpukul dengan kejadian ini. Mereka mengatakan kabar duka ini justru pertama kali diketahui dari media sosial dan rekan korban, sementara laporan resmi dari satuan dinilai lambat.

“Kami sangat menyesalkan kejadian yang menimpa anak kami ini. Dia berangkat untuk berbakti kepada negara, bukan untuk diperlakukan seperti itu. Kami minta pihak berwenang, khususnya Bapak KASAL, untuk mengusut tuntas dan memberikan keadilan,” ujar Bujang Juarman, paman Serda Ade, di Padang Pariaman, Minggu (1/3/2026).

Kini, posisi juru meriam 30 mm di KRI Kujang-642 yang sebelumnya dipegang Serda Ade menjadi pengingat pahit dari tragedi ini.

https://edrev.asu.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=G1WfUmJ2

Tinggalkan komentar