Senin, 20 April 2026 – 15:59 WIB
Jakarta, VIVA – Kebutuhan masyarakat yang terus naik akan produk kesehatan dan kecantikan (wellness) adalah peluang besar yang dimanfaatin dengan baik oleh pengusaha lokal. Salah satunya brand UMKM dari Tulungagung, Jawa Timur, bernama Duzi Mart.
Merek lokal yang mulai dirintis dari tahun 2024 ini kembangkan konsep multi-brand retail sebagai bagian strategi untuk menyediakan berbagai produk wellness dalam satu platform. Dari awal, Duzi Mart dirancang sebagai retail modern yang gabungkan distribusi digital, pengelolaan kategori produk, dan kerja sama dengan berbagai brand dalam satu ekosistem yang saling dukung.
Produk yang tersedia di Duzi Mart mencakup kategori yang cukup luas, seperti susu kesehatan, herbal, suplemen, skincare, produk perawatan tubuh, dan kebutuhan penunjang gaya hidup sehat lainnya. Dengan model seperti ini, Duzi Mart posisikan dirinya bukan cuma sebagai toko dengan satu fokus kategori, tapi sebagai kanal retail yang coba jawab kebutuhan konsumen secara lebih menyeluruh. Pendekatan ini dipilih karena pola belanja masyarakat sekarang menunjukkan kecenderungan untuk cari kemudahan akses dan kelengkapan pilihan di satu tempat.
Owner Abdu Sholeh mengatakan konsep multi-brand dipilih karena bisa kasih ruang lebih luas untuk pengembangan katalog dan distribusi. Menurut dia, konsumen sekarang gak cuma pertimbangkan produk, tapi juga kenyamanan saat mencari, membandingkan, dan beli barang yang sesuai kebutuhan.
“Lewat konsep multi-brand, Duzi Mart ingin berikan kemudahan akses ke berbagai kategori produk kesehatan dan kecantikan dalam satu ekosistem penjualan,” kata Abdu dikutip dari keterangannya, Senin, 20 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, konsep multi-brand gak cuma berarti menyediakan produk dari banyak pihak. Duzi Mart juga tekankan perlunya proses seleksi internal agar setiap produk yang tersedia tetap sesuai dengan kategori yang dibangun. Hal ini dilakukan untuk jaga konsistensi katalog dan pastikan produk yang ditawarkan tetap relevan dengan karakter pasar yang dituju. Jadi, perluasan variasi produk tetap diimbangi dengan pengelolaan yang lebih terukur.
Selain jalankan fungsi retail, Duzi Mart juga berperan sebagai saluran distribusi untuk berbagai brand yang mau perluas jangkauan penjualan lewat platform digital. Peran ini penting karena banyak brand butuh jalur distribusi yang sudah punya sistem penjualan dan kanal pasar yang berjalan. Lewat marketplace dan platform digital lain, Duzi Mart berupaya jadi penghubung antara brand dengan konsumen akhir secara lebih efisien.
Menurut Abdu, tantangan dalam kembangkan usaha berbasis digital gak cuma terletak pada penambahan produk, tapi juga pada penguatan sistem operasional. Makanya, pengelolaan katalog, pembaruan data produk, stok, koordinasi distribusi, sampai strategi penjualan lintas platform jadi bagian dari proses yang dijalankan bertahap. Dia nilai, retail digital yang berkelanjutan butuh ketertiban sistem, bukan cuma agresivitas penjualan.