Tiga Negara Minta Pasokan Pupuk Urea dari Indonesia, Menteri Pertanian: Masih dalam Negosiasi

Minggu, 5 April 2026 – 17:26 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah mengungkapkan bahwa tiga negara telah mengajukan permintaan untuk mengimpor pupuk urea dari Indonesia. Permintaan ini datang di tengah penutupan Selat Hormuz. Hal ini menunjukan posisi Indonesia yang kuat sebagai produsen global yang strategis.

Namun, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum mau menyebutkan nama-nama negara tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung. Tujuannya agar kesepakatan nanti bisa memberikan nilai tambah dan keuntungan yang optimal buat Indonesia.

"Kita akan ekspor pupuk urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara yang meminta," kata Mentan Amran. Pernyataan ini disampaikannya saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Minggu (5/4).

"Ya nanti saja, kan ini masih negosiasi, supaya harga kita bisa lebih bagus," tambahnya.

Amran juga mengatakan bahwa pemerintah sudah mengamankan ketersediaan pupuk sejak awal tahun dengan membeli bahan bakunya. Jadi, stok pupuk nasional tetap terjaga sampai sekarang.

Menurut Mentan, langkah strategis ini adalah bagian dari kebijakan visioner Presiden Prabowo Subianto. Presiden dinilainya memiliki insting yang kuat dalam menjaga ketahanan sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan alat produksi di tengah dinamika global.

Ia menegaskan, ketegangan politik di Timur Tengah tidak berdampak signifikan pada harga pangan di Indonesia. Pasalnya, ketersediaan beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan. Stok beras mencapai 4,5 juta ton, cukup untuk 11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan ekspor pupuk urea akan tetap dilakukan asalkan kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi. Prioritas utama adalah menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan untuk sektor pertanian nasional.

MEMBACA  Apakah Wladimir Klitschko Kembali Bertarung untuk Menantang Gelar Daniel Dubois di Usia 48 Tahun?

"Yang penting Indonesia aman dulu, baru ekspor," kata Rahmad di Jakarta, Kamis (2/4).

Dalam kondisi saat ini, Indonesia masih mampu mengekspor pupuk urea untuk membantu memenuhi kebutuhan negara-negara tetangga yang pasokannya terbatas akibat penutupan Selat Hormuz.

Rahmad menyebutkan, negara tujuan ekspor pupuk urea Indonesia antara lain Australia, India, dan Filipina. Kapasitas produksi pupuk urea nasional secara operasional mencapai 8,8 juta ton, meski kapasitas terpasangnya 9,4 juta ton.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, meskipun harga urea global naik tajam dari sekitar 400 dolar AS per ton menjadi 800 dolar AS per ton, Indonesia tetap aman. Sebab, sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Untuk kuota ekspor, jumlahnya berkisar 1,5 juta ton, tetapi penyalurannya fleksibel menyesuaikan kondisi pasokan domestik. (Ant)

Tinggalkan komentar