Minggu, 3 Mei 2026 – 07:00 WIB
Horsens, VIVA – Langkah tim Uber Indonesia di Piala Uber 2026 akhirnya harus terhenti di babak semifinal. Menghadapi Korea Selatan di Forum Horsens, Sabtu malam WIB, 2 Mei 2025, skuad Merah Putih harus takluk dengan skor 1-3. Hasil ini sekaligus memastikan Indonesia pulang membawa medal perunggu.
Perjuangan Luar Biasa Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Berakhir di Semifinal Piala Uber 2026
Namun kekalahan ini bukan cuma soal skor. Kalau ditelusuri lebih dalam, ada beberapa faktor krusial yang bikin Indonesia gagal melangkah ke final. Mulai dari tekanan permainan lawan, inkonsistensi performa, sampai faktor pengalaman yang jadi pembeda di momen-momen penting.
Beikut penyebab utama Indonesia kalah dari Korea Selatan:
Sedang Berlangsung! Semifinal Piala Uber 2026 Indonesia vs Korea Selatan, Cek Link Live Streaming di Sini
1. Ritme Permainan Korea Selatan Susah Diimbangi
Sejak pertandingan pertama, Korea Selatan tampil dengan kontrol permainan yang sangat rapi. Hal ini diakui sama tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, yang sempat kasih perlawanan sengit di gim pertama sebelum akhirnya kalah 19-21 dan 5-21 dari An Se Young.
“Di gim pertama cukup puas dengan penampilan saya, karena saya bisa mengimbangi permainan An Se Young yang megontrol ritme dengan sangat baik. Dia enggak terlalu nyerang banget, cumams bola atasnya yang lebih menekan,” ujar Putri, dikutip dari PBSI.
Tapi di gim kedua, adanya perubahan tempo dari An Se Young bikin Putri susah keluar dari tekanan.
“Di gim kedua dia ada perubahan kecepatan dan saya justru banyak mati sendiri. An Se Young juga udah baca pola permainan saya bahkan dari bola pertama,” lanjutnya.
2. Konsentrasi Menurun Harus Diakui di Poin-Poin Krusial
Masalah klasik kayak gini kembali menghantui wakil Indonesia, yaitu hilang fokus di saat-saat menentukan. Contohnya kelihatan banget pas ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang kalah dalam rubber game dari Baek Ha Na/Lee So Hee.
Febriana akui ada moments di mana fokus mereka turun.
“Sebenernya tadi pertandingannya cukup rame dan lama, kami sama lawan sama-sama susah dapet poin. Tapi di beberapa poin, fokus kami turun dan pengembalian bolanya jadinya salah,” katanya.
Di gim penentuan, lawan bahkan bisa ubah tempo permainan secara mendmomtak.
“Di akhir-akhir gim ketiga mereka memang mempercepat pola… itu yang bikin kita terus-terusan ada di posisi tertekan,” tambahnya.
Halaman Selanjutnya