Terobos Jerat Bandar, Bripka Dedy Eks Brimob Jadi "Alarm" Hidup Awasi Layar Pemantauan—Setiap Langkah Polisi Disiarkan Langsung Lewat HT

Sabtu, 6 Juni 2026 – 09:30 WIB

Jakarta, VIVA – Bukannya ngejar penjahat, seorang anggota Brimob malah diduga ikut jagain bisnis haram narkoba. Orangnya adalah Bripka Dedy Wiratama, mantan anak buah Brimob yang udah dipecat dan sekarang lagi diperiksa karena diduga terlibat jaringan narkoba di Samarida, Kalimantan Timur.

Peran Dedy di sini cukup mengejutkan. Dalam jaringan itu, dia disebut sebagai "sniper". Tapi istilah sniper di sini bukan penembak jitu, melainkan pengawas lapangan yang tugasnya mantau gerak-gerik orang mencurigakan, termasuk kalau-kalau ada aparat hukum yang datang.

Kasus ini jadi sorotan karena melibatin seorang polisi yang seharusnya ada di garis depan buat basmi narkoba. Malah sebaliknya, dia diduga bantu sindikat biar aktivitas peredaran barang haram tetep aman dari penggerebekan.

Jadi Mata dan Telinga Jaringan Narkoba

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ngungkapin peran spesifik Bripka Dedy di daerah Gang Langgar, Samarinda Seberang, yang emang dikenal sebagai salah satu tempat peredaran narkoba.

Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kompol Drago, nerangin kalau tugas Dedy adalah ngawasin situasi sekitar lokasi transaksi dan kasih peringatan kalo ada orang yang gerak-geriknya mencurigakan, apalagi kalo diduga sebagai polisi atau petugas yang lagi menyamar.

"Peran dari yang bersangkutan sendiri ini sebagai ‘sniper’. Yang mana ‘sniper’ ini tugasnya adalah memberitahu atau mengawasi apabila ada konsumen yang gerak-geriknya mencurigakan, yang diduga mungkin anggota, sehingga bisa menyebabkan penangkapan di daerah Gang Langgar tersebut," ujar Drago, Jumat, 5 Juni 2026.

Dengan kata lain, Dedy diduga jadi sistem peringatan dini buat jaringan narkoba biar bisa antisipasi operasi penangkapan dari aparat.

Gunakan HT buat Pantause Pergerakan Aparat

MEMBACA  Lion City Sailors Melaju ke Final Liga Champions Asia 2 Setelah Dikalahkan oleh Persib

Dalam menjalankan tugasnya, Dedy enggak pake senjata api. Sebagai gantinya, dia ngandalin alat komunikasi bernama handy talky (HT) yang nyambung ke anggota jaringan lainnya.

Menurut penyidik, sindikat narkoba di Gang Langgar punya sistem keamanan yang cukup rapi dan terorganisir. Sejumlah pengawas ditempatkan di berbagai titik strategis, mulai dari pintu masuk gang sampai lokasi utama transaksi narkoba. Masing-masing pengawas dibekalin HT, jadi informasi bisa disampein dengan cepat kalo ada keadaan yang mencurigakan.

Tinggalkan komentar