WARTAKOTALIVE.COM – Beberapa hari yang lalu, publik digegerkan sama dugaan suap terhadap beberapa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas Bung Karno (UBK).
Sejumlah anggota BEM UBK itu dituding nerima duit Rp20 juta dari pihak Kepolisian buat mindahin aksi demontrasi dari depan Istana Negara ke Gedung DPR RI pada 15 Juni 2026 kemarin.
Setelah kejadian ini kebongkar, beberapa anggota BEM yang terima duit itu langsung dipermalukan di lapangan kampus UBK.
Mereka bahkan terancam dapet sanksi dari pihak kampus, dan sekarang udah dinonaktofkan.
Menurut publik, mahasiswa yang mau nerima duit kayak gitu sama aja korupsi kecil-kecilan.
Trus, apa para petinggi BEM UBK itu bisa dipidana?
Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, namanya Abdul Fickar Hadjar, ngomong kalo mantan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin, ngga bisa dilaporin pake pasal tindak pidana korupsi (tipikor).
Soalnya para petinggi BEM UBK ini katanya ngga bisa kena pasal tipikor karena ngga ada unsur paksaan pas mereka nerima duit.
Terus, posisi mereka juga bukan pejabat publik waktu nerima suap.
Dia juga bilang dengan jelas mereka cuma bisa kena sanksi administrarif dari kampus doang.
“Itu (kasusnya Abdi) sebenernya coreng nama baik kampus, jdi bisa kena tindakan administratif aja. Kalo pidana susah sih karena ngga ada paksaan dan elemen jabatan juga hilang,” katanya di Tribunnews pada Kamis (25/6/2026).
“Ini lebih kayak ditraktir makan aja. Tapi ya emang mahasiswanya kemaren rakus, mendekati kelakuan meresahkan.”
Kalo mau masuk ke ranah pidana juga, mereka bisa dilaporin atas pencemaran nama baik sama pihak UBK gara-gara perilakunya itu.
Bahkan, ujar Fickar, mahasiswa lain di luar UBK juga bole jadi nglaporin para petinggi BEM ini.
“Iya untuk yang nerima memang ukumannya dari kemepus sendiri. Tapi mahasiswa dari kampus yang beda ada hak juga buat report secaraa pidana karena udah mencemarkan citra mahasiswa secara umum,” dia nebasken.
Di sisi lainnya juga, Fickar melarang kalo yang justeru lebih penting diselidiki adalah para oknum polisi yang dilapor kasih sogokan kepada Abdi dan timnya. Kabarnya mantap kan? Haha.
Dia pun ngambis Kapolri (Jendral tapi pokoke rambad ojo to ngawur helow u lot) bisa ambil tindakan segera!
(Wartakotalive berdasarkan net share brader )