Terbantu BRI, UMKM Bumbu Kemasan Ini Sulit Dijadikan Peluang, Rintis Usaha dari Rumah

Sabtu, 10 Januari 2026 – 11:46 WIB

Solo, VIVA – Hidup tidak selalu mulus, dari setiap ujian sering muncul kekuatan baru. Ini yang dialami Dewi Aminah, perempuan Solo yang sekarang punya Iswara Food, produsen bumbu dan tepung bumbu kemasan. Bisnis ini lahir dari perjalanan hidup yang penuh tantangan.

Baca Juga:
Cara Pertamina Siapkan UMKM Naik Kelas hingga Tumbuh Berkelanjutan

Buat Dewi, membangun Iswara Food adalah cara menemukan kembali jati dirinya sebagai ibu, perempuan, dan pejuang keluarga. Sebelumnya, dia mengelola usaha batik di Pasar Klewer sejak awal menikah. Usaha itu jadi penopang utama keluarga, sampai musibah besar mengubah semuanya.

“Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal pernikahan sampai anak ketiga saya lahir. Bisnis batik itu luar biasa, cari uangnya gampang. Tapi semuanya habis terbakar saat kebakaran di Pasar Klewer,” kenang Dewi, yang harus memulai lagi dari nol.

Baca Juga:
BRI dan Kemenpora Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025

Ujian datang lagi di tahun 2000 saat anak ketiganya lahir dengan autis dan hiperaktif. Kondisi ini memaksa Dewi belajar menyiapkan makanan sehat yang cocok untuk anaknya, padahal dia sebelumnya tidak bisa masak. Dari proses belajar itu, Dewi mulai mengenal dunia bumbu dan olahan tepung.

“Awalnya saya nggak bisa masak, sampai akhirnya belajar dan bisa bikin bumbu-bumbu dalam kemasan ini. Tapi, saya bikin yang beda,” katanya, dengan mengolah tepung mokaf jadi berbagai produk seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Apresiasi Capaian RI di SEA Games 2025, Kemenpora Gandeng BRI Salurkan Bonus Atlet

MEMBACA  Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh oleh Presiden Prabowo Diumumkan Minggu Ini

Perjalanan Iswara Food makin berkembang setelah Dewi ikut program pelatihan BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo. Kesempatan ini buka wawasan baru dan tingkatkan kemampuan bisnisnya, terutama di pemasaran dan pengembangan produk.

“Alhamdulillah, saya dapat bimbingan dari BRI lewat program BRIncubator selama 10 hari yang bikin saya lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran yang lebih tepat lewat media sosial, buka toko online dari HP, tingkatkan kualitas produksi dan kemasan, sampai akhirnya di 2024 dapat kesempatan perkenalkan produk lebih luas lewat BRI Expo,” lanjut Dewi.

Halaman Selanjutnya

Pendampingan itu tidak hanya buat bisnisnya makin berkembang, tapi juga dorong Dewi untuk bagi manfaat ke masyarakat sekitarnya. Dia memberdayakan ibu-ibu yang membutuhkan, terutama mereka yang ingin memulai usaha rumahan dari modal kecil.

https://www11.urbe.edu/ojs/index.php/wn/user/getInterests?term=44742019229&o2x=fcXLzu

Tinggalkan komentar