Sabtu, 7 Maret 2026 – 06:00 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memastikan pasokan avtur dan bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah tetap aman. Hal ini disampaikan meskipun ada gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Dudy menyatakan cadangan avtur dan BBM nasional masih cukup sampai Lebaran 1447 H. Dengan begitu, layanan transportasi udara, darat, dan laut bisa berjalan normal saat mudik.
"Alhamdulillah, sampai Lebaran masih (aman), karena cadangan avtur kita atau BBM kita masih cukup," kata Menhub saat jumpa pers di Jakarta, Jumat malam.
Pernyataan ini ia sampaikan menanggapi pertanyaan media tentang pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil sebelumnya menyebut stok BBM nasional bisa bertahan sekitar 21 hari.
Menhub menjelaskan, angka 21 hari itu adalah kapasitas penyimpanan (storage) yang tersedia saat ini. Ia menegaskan angka itu bukan berarti cadangan akan habis setelah 21 hari, karena stok akan terus diisi ulang secara berkala.
"Jadi, 21 hari ini dimaknai bukan 21 hari habis, tapi kita harus maintain bahwa 21 hari itu adalah batas minimum. Kalau nanti berkurang, maka Pertamina dan ESDM akan menambah," jelas Dudy.
Pemerintah menjaga cadangan minimal 21 hari dengan pengisian ulang rutin. Jika ada gangguan pasokan global, pemerintah masih bisa dapat minyak dari negara pengekspor lain.
"Cara menambah dari mana? Kan yang di Hormuz itu cuma 20 persen dari total global. Berarti kita masih bisa dapat dari tempat lain," ucapnya.
Pemerintah terus pantau kondisi pasokan energi agar distribusi BBM untuk transportasi tidak terganggu, meski ada dinamika global yang pengaruhi rantai pasok.
Halaman Selanjutnya
Menhub menegaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan. Tujuannya, pengelolaan cadangan energi efektif dan bisa dukung kelancaran transportasi saat Lebaran.