Taruna Akpol memahami penanganan kasus langsung di lapangan sebelum dikukuhkan menjadi perwira

Jumat, 12 Juni 2026 — 08:08 WIB

Malang, VIVA – Sebanyak 15 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Batalyon Ksatrya Hawin mulai merasakan lansung tantangan tugas kepolisian di lapangan yang sesungguhnya.

Para calon perwira ini mengikuti Latihan Kerja (Latja) di Polres Malang selama dua pekan, yaitu dari 6 sampai 20 Juni 2026. Program Latja sendiri menjadi bagian paling penting dalam proses pembentukan perwira Polri sebelum akhirnya terjun memimpin satuan di berbagai daerah di Indonesia.

Selama berada di Polres Malang, para taruna tidak hanya belajar teori di dalam kelas aja loh. Mereka juga diterjunkan langsung untuk mengamati dan mempraktekkan berbagai tugas kepolisian yang dihadapi anggota di lapangan sehari-hari.

Mulai dari penanganan lalu lintas, penyelidikan kasus kriminal, patroli keamanan, hingga kegiatan intelijen dan pembinaan masyarakat jadi materi wajib yang harus mereka pelajari.

Kapolres Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taat Resdi, mengatakan kalau latihan kerja ini penting banget untuk menjembatani teori yang didapat di Akademi dengan kenyataan tugas di GTT.

“Latja bukan hanya menjalankan program pendidikan saja, tapi ini kesempatan emas bagi taruna untuk menerapkan ilmu yang udah diperoleh ke dalam situasi tugas yang asli di lapang,” ujarnya pada Jumat, 12 Juni 2026.

Pengalaman dilapangan adalah bekal paling berarti, katanya, karena kompleksitas masalah kepolisian ga bisa cuma dipahami di ruang kuliah. Kamu musti tau sendiri rasanya.

Makanya, para taruna ini Bakal ikutan banyak kegiatan seperti Satuan Lalu Lintas, Reserse Kriminal, Samapta, Intelkam, dan Binmas selama disana.

“Pemahaman terhadap dinamika tugas tidak cukup lewat dari akademik. Pengalaman lapanagn itu kunci supaya mereka ngerti betul peran Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat,” jelasnya.

MEMBACA  Reaksi John Oliver atas Penangguhan Jimmy Kimmel: Pesan Langsung untuk CEO Disney

Tidak cuma belajar aspek teknis, bakal perwira ini juga dibekali penerapan Program Presisi yang jadi konsep utama pelayanan Polri sekarang ini terhadap publik.

“Kami ingin mereka pakai waktu ini sebaik mungkin. Biar wawasannya luas, kemampuan meningkat, serta karakter dan integritanya makin kuat” kata perwira menengah tersebut.

Tinggalkan komentar