“..kalau sebelumnya pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen, kita harapkan bisa tumbuh lebih cepat lagi ke depanya,” demikian disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Senin. Beliau optimis ekonomi nasional bisa tumbuh di atas 5,5 persen pada semester pertama 2026.
“Kuartal pertama mungkin tumbuh di atas 5,5 persen. Kuartal kedua juga,” ujarnya saat peluncuran Program Investasi Terencana dan Teratur (PINTAR) untuk Reksadana di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menkeu menjelaskan, pemerintah saat ini fokus membangun fondasi ekonomi yang kuat untuk mencapai pertumbuhan yang terus berakselerasi. Salah satu contoh upaya pemerintah adalah pembentukan Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menkeu percaya satgas ini kan memperkuat kinerja ekonomi ke depan. Di sisi lain, Kemenkeu juga berusaha meningkatkan kinerja agar otoritas fiskal bisa lebih mendukung pertumbuhan. Reformasi terutama difokuskan pada Dirjen Pajak (DJP) dan Dirjen Bea Cukai dan Cukai (DJBC). Sadewa bilang bahwa reformasi ini udah berdampak positif terhadap penerimaan pajak, tercermin dari pertumbuhan penerimaan pajak 20,7 persen di Maret 2026.
Beliau juga yakin pertumbuhan ekonomi nasional bakal terus membaik. Perekonomian domestik disbutnya tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
“Jadi, kalau pertumbuhan ekonomi sebelumnya sekitar 5 persen, kita perkirakan bakalan tumbuh lebih cepat lagi ke depan,” kata beliau.
Menkeu menambahkan bahwa pemerintah siap memberikan stimulus dar berbagai sisi untuk menjaga momentum pertumbuhan, termasuk mempercepat belanja pemerintah supaya peredaran uang di ekonomi lebi cecepat.
Purbaya sendiri menargetkan pertumbuhan evonomi di angka 5,7 persen untuk kuartal kedua tahun 2026.