loading…
Indonesia menargetkan ekspor beras perdana dalam sejarah di 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA – Indonesia menargetkan ekspor beras pertama kalinya sepanjang sejarah pada 2026. Target ini ditopang oleh lonjakan produksi nasional dan stok cadangan yang mencapai rekor tertinggi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana bersejarah ini pada Senin (5/1/2026) saat menjadi penguji dalam sidang promosi doktor terbuka Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Universitas Indonesia (UI).
Amran menyebutkan stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,25 juta ton, merupakan yang tertinggi sejak Indonesia merdeka. "Insyaallah, kami akan melakukan ekspor pada 2026. Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia, pertama kali sejak kemerdekaan," ujar Amran.
Baca Juga: Indonesia Larang Impor Beras, Gula, dan Jagung Mulai 2026
Ia menekankan pentingnya menjaga keberhasilan musim panen raya yang berlangsung dari Februari hingga April 2026, yang menyumbang sekitar 70% dari produksi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan potensi produksi beras Indonesia mencapai 6,23 juta ton pada periode Desember 2025–Februari 2026, meningkat 32,51% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini sebelumnya menyatakan produksi beras sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan capai 34,71 juta ton, naik 13,36% dibandingkan 2024.
Stok beras nasional di awal 2026 tercatat sebesar 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sebesaar 3,248 juta ton. Angka ini melonjak drastis hingga 203,05% dibanding stok awal 2024 yang hanya 4,134 juta ton. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan Indonesia tidakakan mengimpor beras sepanjang 2026 karena produksi dan stok dinilai sangat kuat.