Tanggul Citarum di Muaragembong Bekasi Jebol Kembali, Warga Bahu-Membahu Perbaiki Kerusakan

Ringkasan Berita:

Tanggul Sungai Citarum kembali jebol di Kampung Kedung Bokor, Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, pada Sabtu (24/1/2026) malam.
Warga melakukan penanganan darurat menggunakan bambu dan karung pasir setelah debit air naik.
Titik jebol ini pernah alami kejadian serupa di tahun 2022, berbeda dengan lokasi jebol sebelumnya di Kampung Bendungan.
Warga rasa perbaikan sementara tidak cukup dan minta penanganan permanen agar banjir tidak terulang.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI— Tanggul Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kembali jebol.

Kali ini, tanggul jebol di Kampung Kedung Bokor pada Sabtu (24/1/2026) tengah malam.

Video kejadiannya menjadi viral di media sosial. Banyak warga langsung berusaha menangani tanggul yang jebol tersebut secara darurat dengan bambu dan karung pasir.

Charli (47), warga setempat, menjelaskan kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.15 WIB. Saat debit air Sungai Citarum tinggi, warga sudah bersiap dan berjaga di lokasi.

“Tidak disangka, air Sungai Citarum meluap dan penahannya jebol,” katanya pada Minggu (25/1/2026).

Baca juga: Jadi Biang Banjir, Saan Desak BBWS Buat Perencanaan Normalisasi Sungai Citarum dari Hulu ke Hilir

Dia juga menerangkan, titik jebol kali ini di Kampung Kedung Bokor, beda dengan titik jebol sebelumnya di Kampung Bendungan pada Senin (19/1/2026).

Namun, titik yang jebol tadi malam itu sebenarnya pernah juga jebol pada tahun 2022.

“Yang tadi malam beda sama yang Senin, tapi di titik yang sama ini pernah jebol juga di tahun 2022,” ujarnya.

Dia menerangkan, sejak malam hingga siang hari, warga bergotong royong memperbaiki tanggul secara mandiri.

Baca juga: Plt Bupati Bekasi Janji Perbaiki Rumah Warga Rusak Akibat Tanggul Jebol Sungai Citarum

MEMBACA  Bluesky Uji Coba Tombol 'Tidak Suka' untuk Perbaiki Tab Jelajah

Warga sempat panik khawatir air meluap ke pemukiman. Tapi berkat kerjasama warga dengan BPBD Kabupaten Bekasi, Polsek Muara Gembong, dan TNI, penanganan darurat cepat dilakukan.

Mereka bahu-membahu membangun tanggul sementara untuk menahan luapan air dan cegah dampak lebih luas.

Meski begitu, warga menilai langkah ini hanya sementara dan tidak selesaikan akar masalahnya.

“Itu kan cuma sementara karena khawatir air makin meluas. Harusnya ada penanganan permanen,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, membenarkan terjadinya tanggul jebol tersebut.

Tinggalkan komentar