Taman Budaya Bengkulu Peroleh Dana Tahunan untuk Pacu Kesenian Lokal

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Taman Budaya Bengkulu menerima Dana Alokasi Khusus setiap tahun untuk mendorong ekosistem seni daerah. Beliau mendorong pemangku kepentingan setempat untuk mengubah lokasi ini menjadi destinasi budaya internasional yang hidup.

Dalam pernyataan pers pada Kamis, Menteri menekankan bahwa meskipun program terjadwal penting, integrasi fasilitas modern seperti kedai kopi dan outlet kuliner—yang berpusat pada Warisan Budaya Takbenda Indonesia—akan sangat meningkatkan pengalaman pengunjung.

“Kami lihat potensi besar disini. Fasilitasnya sudah cukup memadai,” ujar Menteri, mencatat bahwa taman tersebut sudah memiliki teater tertutup, galeri pameran, dan aula musik.

Beliau menekankan bahwa aset-aset ini, “jika diaktifkan dengan program yang terencana baik dan dukungan dari semua pemangku kepentingan, akan menjadi lebih hidup dan memiliki dampak luas bagi masyarakat.”

Zon menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan dana yang dialokasikan dimanfaatkan secara optimal, baik untuk inisiatif skala lokal maupun acara budaya besar yang menarik minat publik.

Taman Budaya Provinsi Bengkulu saat ini berfungsi sebagai platform penting bagi pelaku seni lokal untuk mengembangkan keterampilan dalam teater, musik, tari, dan seni rupa.

Dengan memanfaatkan ruang pertunjukan dan studio khususnya, lokasi ini secara rutin mempromosikan warisan unik provinsi tersebut.

Pada akhirnya, Menteri menyampaikan harapannya agar tempat ini dapat melampaui perannya sekedar sebagai venue pertunjukan.

Beliau membayangkan taman ini berkembang menjadi atraksi publik utama dan pelindung dedikasi bagi kreativitas budaya lokal, memastikan kekayaan artistik Bengkulu tetap menjadi landasan identitas masyarakat.

Penerjemah: Sinta, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Bagaimana Amerika Tertinggal dalam Perburuan Logam Tanah Jarang — dan Upayanya untuk Bangkit Kembali

Tinggalkan komentar