Tak Ingin Kemacetan Parah di Pelabuhan Merak, Kapolri Dorong Sistem First Come First In

Senin, 2 Maret 2026 – 18:38 WIB

Jakarta, VIVA – Antrian panjang di pelabuhan penyeberangan saat musim mudik memang sudah biasa terjadi. Belajar dari pengalaman tahun-tahun lalu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sekarang mengusulkan cara khusus untuk mencegah penumpukan kendaraan di puncak arus mudik Lebaran 2026.

Usulan ini disampaikan saat dia memimpin rapat koordinasi lintas sektor untuk pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan. Salah satu titik penting yang jadi perhatian adalah wilayah Banten, khususnya jalur penyeberangan dari Jawa ke Sumatera.

Menurut Sigit, skema rekayasa lalu lintas akan dipakai secara bertahap dengan memaksimalkan tiga pelabuhan utama, yaitu Merak, Ciwandan, dan BBJ. Di Pelabuhan Merak, pengaturannya dibagi jadi tiga kategori situasi.

"Untuk situasi hijau di Pelabuhan Merak ada 7 dermaga yang dipakai, ada untuk pejalan kaki, kendaraan roda empat penumpang, dan seterusnya. Situasi hijau berarti antrian dalam keadaan normal. Lalu situasi kuning, antrian kendaraan sampai ke SPBU Cikuasa Atas. Dan situasi merah ketika antrian kendaraan sudah mencapai Gerbang Tol Merak," jelas Sigit.

Skema yang mirip juga akan digunakan di Pelabuhan Ciwandan. Sementara di Pelabuhan BBJ, pengaturan difokuskan untuk kendaraan berat seperti truk tangki, tronton, dan alat berat, dengan indikator hijau, kuning, dan merah berdasarkan kapasitas area penampungan.

Tapi yang menarik, pada puncak arus mudik, Kapolri menyarankan pendekatan yang beda dari biasa. Dia usulkan pakai metode first come first in agar kendaraan yang datang lebih dulu bisa langsung masuk kapal tanpa harus terikat tanggal di tiket. Sigit menilai, kalau tetap patuh ketat pada jadwal tiket, potensi penumpukan justru bisa makin besar.

MEMBACA  Pelajaran dari Kemenangan Juventus atas AS Roma

"Jadi di puncak mudik nanti, kami mohon izin ke pihak-pihak terkait, siapa yang datang duluan ya langsung masuk kapal. Karena itu kami juga moga ada kebijakan-kebijakan yang mendukung hal-hal terkait penyeberangan ini," ucapnya.

Sebagai informasi, Polri akan menggelar Operasi Ketupat mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan disiapkan untuk mengawal arus mudik dan balik tahun ini.

Dengan mengangkat tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”, pengamanan akan lebih mengutamakan langkah pencegahan, dan penegakan hukum jika diperlukan. Harapannya, tradisi tahunan ini tidak lagi diwarnai antrian panjang dan kepadatan luar biasa di titik-titik penyeberangan utama.

Tinggalkan komentar