Tak Ada Tempat yang Aman di Dunia Maya

Minggu, 1 Februari 2026 – 23:49 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengingatkan masyarakat bahwa ancaman siber di era kecerdasan buatan (AI) sekarang langsung menyasar kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :

Amazon Kembali PHK Massal 16.000 Karyawan di Seluruh Dunia, Mayoritas Terdampak di AS

Dia bilang, risikonya gak cuma ke sistem besar lagi, tapi udah nyentuh rekening bank, identitas, dan gadget kita. “Sekarang serangan gak selalu butuh diklik. Ada ‘zero click attack’. Cuma pesan masuk aja udah bisa bikin malware aktif,” ujarnya hari Minggu.

Wamenkominfo jelasin, AI bikin pola serangan siber jadi jauh lebih cepat dan masif. Dengan otomatisasi, pelaku kejahatan bisa pindai jutaan sistem cuma dalam hitungan detik dan pilih target yang dianggap menguntungkan.

Baca Juga :

PHK Besar-besaran Hantam Perusahaan Global, Amazon hingga Nestlé Pangkas Puluhan Ribu Karyawan

“Data Boston Consulting Group (BCG) Desember 2025 nunjukin serangan berkembang lebih cepat daripada pertahanan. Makanya warga sering jadi korban tanpa sadar,” ungkap Nezar Patria.

Dia tekankan, ancaman ini gak cuma teknis, tapi juga serang sisi emosional masyarakat.

Baca Juga :

Ogah Kerja Bareng Gen Z, Generasi Boomers Pilih Pensiun Lebih Cepat

Pake AI dalam penipuan bikin wajah dan suara seseorang bisa dipalsuin dengan meyakinkan.

“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya sama orang yang mereka kenal,” jelasnya. Menurut dia, sistem perlindungan biasa juga makin rapuh.

Perkembangan AI dan riset komputasi kuantum bikin password yang biasa kita pake jadi kurang aman. “Password yang kita buat sekarang pada akhirnya bisa jadi gak berarti. Dunia sedang menuju era pascakuantum,” papar Wamenkominfo Nezar Patria.

MEMBACA  Ingat! Ini Barang yang Boleh & Tidak Boleh Dibawa ke Konser BLACKPINK Nanti Malam

Menurutnya, gak ada ruang yang aman di dunia digital selama perangkat kita terhubung ke jaringan lain. Ancaman siber bisa dateng dari hp, aplikasi, sampe perangkat sederhana yang dipake sehari-hari.

“Selama kita terkoneksi, gak ada yang aman di ruang digital,” tegasnya. Buat lindungin publik, Kemenkominfo dorong penerapan pendekatan ‘security by design’.

Keamanan harus dibangun dari awal waktu sistem dikembangkan, bukan setelah kebocoran atau serangan terjadi. “Keamanan siber bukan cuma soal teknologi. Ini soal kebiasaan, kesadaran, dan kepemimpinan,” katanya.

Amazon Gelontorkan Ratusan Triliun ke Perusahaan AI saat PHK 16.000 Karyawan, Mantap Gantikan Manusia dengan Robot?

Amazon dikabarkan siap investasi Rp835 triliun ke OpenAI di tengah PHK 16.000 karyawan, menandai pergeseran besar strategi bisnis ke infrastruktur AI.

VIVA.co.id

31 Januari 2026

Tinggalkan komentar