Survei Polsight: Support untuk Prabowo-Gibran di Jabar Belum Sampai 50 Persen

Sabtu, 10 Februari 2024 – 22:45 WIB

Tiga pasang calon presiden dan calon wakil presiden, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabumi Raka memperlihatkan nomor urut masing-masing sebagai kontestan Pemilihan Presiden 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno pengundian nomor urut peserta Pemilihan Presiden 2024 pada Selasa malam (14/11/2023) di Jakarta. Hasilnya adalah Anies-Muhaimin dengan nomor urut 1, Prabowo-Gibran dengan nomor urut 2, sedangkan Ganjar-Mahfud dengan nomor urut 3. Foto: Ricardo

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG – Lembaga Survei Polsight merilis hasil survei menjelang pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024.

Pada hasil survei tersebut, suara Prabowo tergerus hingga 11,43% dibandingkan suara Prabowo pada Pemilu tahun 2019 di Jawa Barat.

Direktur Eksekutif Polsight, Yusa Djuyandi mengatakan, pada Pilpres 2019, Prabowo memperoleh suara sebesar 59,93% di Jawa Barat.

Namun, pihaknya menemukan bahwa elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa Barat saat ini hanya mencapai 48,50%.

“Dengan kata lain, Prabowo berpotensi kehilangan suara masyarakat Jawa Barat sebesar lebih dari 4,08 juta pemilih. Penurunan suara Prabowo masih memungkinkan terjadi hingga hari pencoblosan 14 Februari mendatang,” kata Yusa dalam keterangannya kepada JPNN.com, dikutip Sabtu (10/2).

Sementara saingan terdekat Prabowo adalah pasangan Anies-Muhaimin dengan presentase 32,17%. Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud tertinggal jauh dengan angka 14,08%.

“Suara Anies-Muhaimin cenderung mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan survei-survei sebelumnya. Suara Anies-Muhaimin sebelumnya tidak pernah mencapai angka 20%, namun pada survei kali ini melejit hingga 32,17% dan diprediksi akan terus meningkat hingga hari pencoblosan,” tuturnya.

Sedangkan pada Pemilu Legislatif di Jawa Barat, Yusa menyebut bahwa Gerindra dan PKS bersaing ketat. Elektabilitas Gerindra sebesar 19,75%, sedangkan PKS sebesar 18,67%.

MEMBACA  Pejabat Pimpinan Tinggi Bina Adwil Membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemadam Kebakaran di Surabaya

Hasil survei Polsight menunjukkan bahwa Prabowo berpotensi kehilangan suara masyarakat Jawa Barat sebesar lebih dari 4,08 juta pemilih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News