Suhu Matahari Makin Panas, Ilmuwan Ramal Kehidupan di Bumi Segera Berakhir

Petang hari di London, para ilmuwan sedang membahas masa depan Bumi. Mereka menemukan bahwa Matahari kini memancarkan energi sekitar sepertiga lebih besar dibandingkan saat pertama kali terbentuk 4,5 miliar tahun lalu. Kecenderungan ini disebut akan terus terjadi sampai Matahari mati sekitar 5 miliar tahun dari اکنون .

Selama puluhan tahun, para peneliti memikirkan sampai kapan kehidupan di Bumi bisa bertahan saat Matahari makin terang. Pada tahun 198, seorang ilmuwan bernama James Lovelock bersama timnya memperkirakan bahwa kehidupan yang bergantung pada fotosintesis di Bumi akan habis dalam 100 juta tahun ke depan.

Namun, suasana yang lebih optimis ditawarkan oleh ilmuwan lain. Mereka berkata bahwa tumbuh-tumbuhan di Bumi mungkin bisa bertahan sampai 1,8 miliar tahun lagi. Ini dekat dengan waktu ketika lautan Bumi kemungkinan besar akan habis, karena radiasi Matahari terus menerus memecah molekul air atau menyebabkan penguapan di luar kendali. Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar 2 miliar tahun dari sekarang.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kehidupan, terutama vegetasi komplek, bisa bertahan lebih lama di masa depan dibanding dugaan sebelumnya,” kata Jacob Haqq-Misra, seorang pakar bioastronomi di Lembaga Blue Marble Space. Kehidupan di Bumi semua tergantung pada fotosintesis, yaitu proses biologis yang mengubah karbondioksida dan air menjadi makanan bagi tumbuhan, alga, dan bakteri, sambil menghasilkan o².

Fotosintesis bergantung ketersed` aan Cah matahari dan também di per kapur-kapur-

MEMBACA  Menteri Dorong Peningkatan Sistem Irigasi Menghadapi Musim Kemarau

Tinggalkan komentar