Subvarian Super Flu K Telah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Pastikan Tidak Lebih Berbahaya dari Flu Musiman

Sabtu, 3 Januari 2026 – 13:37 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Kesehatan RI memastikan keberadaan influenza A(H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia sampai akhir Desember 2025 masih bisa dikendalikan. Varian ini tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan jenis flu lain yang sudah ada.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa peningkatan kasus influenza A(H3) memang terlihat secara global, khususnya di Amerika Serikat sejak musim dingin di kuartal akhir 2025. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh CDC Amerika pada Agustus 2025 dan sekarang sudah ditemukan di lebih dari 80 negara.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data yang ada, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan. Gejalanya umumnya sama dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan,” ujar dr. Prima, Sabtu 3 Januari 2026.

Sudah terdeteksi di Asia, tren malah menurun

Di Asia, subclade K dilaporkan mulai beredar sejak Juli 2025 di beberapa negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand. Meski sempat dominan, tren kasus di negara-negara itu justru menurun dalam dua bulan terakhir.

Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan sistem surveilans, influenza A(H3) adalah varian yang paling banyak ditemukan, tapi jumlah kasus secara nasional turun dalam dua bulan terakhir.

Pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang selesai pada 25 Desember 2025 menunjukkan subclade K sudah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui surveilans di berbagai fasilitas kesehatan.

“Hingga akhir Desember 2025, ada 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.

MEMBACA  Mengapa Colokan Pintar Rp100 Ribuan Ini Terbaik dari Semua yang Saya Coba

Varian dikenal, tidak ada mutasi baru berbahaya

Dari total 843 spesimen influenza yang positif, sebanyak 348 sampel sudah diperiksa dengan WGS. Hasilnya menunjukkan semua varian yang ditemukan adalah varian yang sudah dikenal dan sedang beredar secara global dalam pemantauan WHO.

Kemenkes menegaskan akan terus memperkuat sistem surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan untuk merespons setiap perkembangan influenza, termasuk kemungkinan perubahan pola penularan.

Tinggalkan komentar