Sabtu, 31 Januari 2026 – 16:15 WIB
Jakarta, VIVA – Saham perusahaan Michael Saylor, Strategy (MSTR), tertekan hingga mencapai level terendah dalam 52 minggu. Penurunan tajam ini mengikuti koreksi Bitcoin karena respon negatif pasar terhadap sentimen global.
Baca Juga:
Harga Bitcoin Terkoreksi Tertekan Keputusan The Fed, Indodax: Cerminkan Penyesuaian Pasar
Dikutip dari Bitcoin Magazine, saham MSTR sempat anjlok sampai 10 persen dan menyentuh level terendah di sesi perdagangan pada US$140,25. Harga saham Strategy terus bergerak lemah di sekitar US$142,88.
Koreksi saham ini terjadi bersamaan dengan tekanan besar di pasar kripto. Terutama Bitcoin yang menjadi faktor utama pergerakan harga saham perusahaan ini.
Baca Juga:
Harga Bitcoin Tiarap, Michael Saylor Serok 2.932 Koin Bikin Cadangan Strategy Gendut
Bitcoin sempat menyentuh titik rendah di angka US$82.134 (sekitar Rp1,3 miliar, estimasi kurs Rp 16.770 per dolar AS) setelah terkoreksi tajam 7,4 persen dalam 24 jam pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Aset kripto ini menunjukkan sedikit perbaikan di akhir pekan.
Investasi Kripto.
Photo : www.freepik.com/free-vector
Baca Juga:
Analis Sebut Bitcoin Akan Terus ‘Berdarah’ Dibandingkan Saham, Kok Bisa?
Penurunan harga aset kripto itu langsung berdampak signifikan pada saham Strategy. Alasannya, perusahaan yang dikendalikan Saylor dikenal berperilaku seperti proksi leverage untuk Bitcoin.
Strategy memposisikan diri sebagai perusahaan treasury Bitcoin, sambil tetap menjalankan bisnis perangkat lunak analitik untuk perusahaan. Namun, pergerakan sahamnya sering memperbesar volatilitas Bitcoin.
Saat harga kripto terkoreksi, saham Strategy cenderung turun lebih dalam. Karena itu, saham ini sering dijadikan barometer sentimen risiko investor secara global.
Tekanan terhadap saham MSTR juga diperparah oleh pelemahan pasar saham secara luas. Beberapa saham teknologi utama di Wall Street terkoreksi jelang rilis laporan keuangan.
Microsoft tercatat merosot lebih dari 11 persen, sementara Apple dijadwalkan merilis laporannya setelah pasar tutup. Di sisi lain, saham Meta justru melonjak sekitar 11 persen berkat kinerja keuangan yang solid.
Di tengah koreksi sahamnya, Strategy malah kembali menambah kepemilikan Bitcoin. Awal pekan ini, perusahaan mengumumkan pembelian 2.932 BTC senilai US$264 juta.
Dengan transaksi itu, total kepemilikan Bitcoin Strategy naik menjadi 712.647 BTC. Manajemen menyatakan, pembelian dilakukan pada harga rata-rata US$90.061 per koin.
Secara akumulatif, nilai pembelian seluruh Bitcoin Strategy mencapai sekitar US$54,2 miliar, termasuk biaya dan pengeluaran lain, dengan harga rata-rata US$76.037 per BTC. Dengan kepemilikan lebih dari 712 ribu BTC, Strategy sekarang menguasai sekitar 3,4 persen dari total pasokan Bitcoin yang dibatasi 21 juta koin.
Bitcoin Rontok ke Level Terendah 9 Bulan, Likuiditas Rp28 Triliun Lenyap!
Bitcoin rontok ke level terendah sembilan bulan setelah tekanan jual besar memicu likuidasi hingga Rp28 triliun. Sentimen pasar kripto melemah dan investor makin waspada.
VIVA.co.id
31 Januari 2026