Minggu, 22 Maret 2026 – 23:30 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah di lintas penyeberangan Sumatera-Jawa. Tujuannya agar perjalanan pulang bisa berjalan terkendali, selamat, aman dan lancar.
Dudy mengatakan, pihaknya sudah cepat melakukan evaluasi di beberapa titik penting saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Mereka juga menyiapkan langkah antisipasi supaya arus balik di lintas Sumatera-Jawa berjalan dengan baik.
“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Sekarang, fokus kita adalah memastikan arus balik bisa dikelola lebih baik. Respons harus lebih cepat dan strategi lebih matang,” kata Menhub di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Dia menyampaikan, sudah ada rapat evaluasi dan koordinasi di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry di Merak hari Minggu. Rapat ini melibatkan semua pemangku kepentingan.
Untuk menghadapi arus balik, Menhub menginstruksikan semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Skenario yang dibuat harus lebih adaptif dan responsif terhadap kondisi di lapangan.
Beberapa strategi yang disiapkan antara lain:
- Mempercepat sistem tiba–bongkar–berangkat (TBB) saat jumlah kendaraan meningkat.
- Melakukan simulasi kapasitas pelayanan di dermaga.
- Mengantisipasi titik persilangan (crossing) di Bakauheni agar tidak menghambat bongkar muat.
- Mengoptimalkan rest area bersama Polisi untuk pengaturan distribusi kendaraan.
- Mengevaluasi penggunaan dermaga non-TBB dan pengaturan jumlah kapal.
- Menyiapkan opsi lintas alternatif Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) jika ada penumpukan.
- Memperkuat penggunaan teknologi, seperti drone untuk pantau situasi secara real-time di Bakauheni.
Di sisi hulu, akan dioptimalkan buffer zone dan rest area di Pulau Sumatra dengan mekanisme delaying system. Ini dilakukan bersama Korlantas Polri untuk menahan kendaraan sebelum masuk pelabuhan.
Kewaspadaan juga ditingkatkan di titik-titik rawan, seperti area penjualan oleh-oleh yang bisa menghambat lalu lintas.
Menhub menegaskan, hasil evaluasi arus mudik jadi dasar untuk menyempurnakan strategi arus balik. Hal ini mengingat pergerakan masyarakat masih akan tinggi dalam beberapa hari kedepan.