Rabu, 15 April 2026 – 09:00 WIB
Jakarta, VIVA – Dua orang Kepala Seksi (Kasi) Mutasi di Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA) diperiksa KPK sebagai saksi. Pemeriksaan ini untuk mendalami kasus mutasi yang melibatkan tersangka dugaan suap.
Suap tersebut diduga diberikan ke seorang hakim Pengadilan Negeri Depok. Hal ini terkait eksekusi sengketa lahan di Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat.
“Penyidik meminta keterangan kepada para saksi berkaitan dengan mutasi jabatan pihak tersangka dalam perkara ini,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Rabu, 15 April 2026.
Kedua saksi itu adalah Kasi Mutasi I Ditjen Badilum MA Zubair dan Kasi Mutasi II Ditjen Badilum MA Irma Susanti. Mereka diperiksa sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 14 April 2026.
Sebelumnya, pada 5 Februari 2026, KPK sudah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang hakim di Depok. OTT ini terkait dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan.
Kemudian, pada 6 Februari 2026, KPK mengumumkan telah menangkap tujuh orang dalam OTT tersebut. Mereka terdiri dari Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, seorang staf PN Depok, serta seorang direktur dan tiga pegawai PT Karabha Digdaya.
Lembaga antirasuah itu lalu menetapkan lima dari tujuh orang tadi sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat korupsi terkait penerimaan janji dalam urusan sengketa lahan di PN Depok, yang luasnya 6.500 meter persegi di Tapos.
Kelima tersangka tersebut adalah:
- Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta (EKA)
- Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan (BBG)
- Juru Sita PN Depok Yohansyah Maruanaya (YOH)
- Direktur Utama Karabha Digdaya Trisnadi Yulrisman (TRI)
- Head Corporate Legal Karabha Digdaya Berliana Tri Kusuma (BER)
Selain itu, KPK juga menetapkan Bambang sebagai tersangka dugaan gratifikasi. Penetapan ini setelah KPK mendapatkan data dari PPATK tentang penerimaan uang sebesar Rp2,5 miliar dari PT Daha Mulia Valasindo. (Ant)
—
KPK Usut Dugaan Bupati Tulungagung Peras Kepala Sekolah hingga Camat
KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung, Jawa Timur pada 10 April 2026. Dalam operasi itu, 18 orang ditangkap, termasuk Bupati Gatut Sunu Wibowo.
VIVA.co.id
15 April 2026