loading…
Kapal Tanker Bella 2 dikenal beroperasi dalam armada bayangan. Foto/X
WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) sudah memulai operasi untuk menyita kapal tanker minyak yang berhubungan dengan Venezuela. Ini terjadi setelah mereka melacak kapal itu menyebrangi Samudera Atlantik. Sebuah sumber yang tahu tentang operasi ini ngasih tahu CNN pada hari Rabu.
Awalnya namanya Bella 1, kapal tanker ini kena sanksi dari AS di tahun 2024 karena beroperasi dalam “armada bayangan” yang mengangkut minyak ilegal.
Siapa Bella 1? Kapal Tanker Rusia Beroperasi dalam Armada Bayangan
1. Diincar AS
Berita tentang operasi ini pertama kali dilaporkan sama Reuters. Mereka kutip dua sumber yang bilang operasi ini dilakukan oleh Penjaga Pantai dan militer AS.
Penjaga Pantai AS coba nyita kapal tanker itu bulan lalu waktu kapalnya lagi dekat Venezuela. Tapi pasukan AS gagal naik ke kapal karena kapalnya berbalik arah dan kabur.
AS terus kejar kapal tersebut saat dia menuju timur laut. Pesawat pengintai AS jenis P-8 dikerahkan dari pangkalan RAF Mildenhall di Suffolk, Inggris, buat mengawasi kapal tanker itu beberapa hari sebelum penyitaan. Penyitaan terjadi saat kapal lagi jalan ke utara dan lewat pantai Inggris, menurut data penerbangan yang terbuka untuk publik.
Baca Juga: Maduro Tumbang dan Kerusuhan di 88 Kota, Rezim Khamenei Ketar-ketir
2. Berlayar dalam Perlindungan Militer Rusia
Pada suatu saat waktu dikejar, kru kapal tanker itu ngecat bendera Rusia di badan kapalnya. Mereka klaim bahwa sekarang mereka berlayar dibawah perlindungan Rusia.
Gak lama kemudian, kapal ini muncul di daftar kapal resmi Rusia dengan nama baru — Marinera. Rusia bahkan ngajuin permintaan diplomatik resmi bulan lalu yang minta AS untuk berhenti ngejar kapal tersebut.
Dengan ngaku-ngaku punya status Rusia, legalitas penyitaan kapal tanker ini bisa jadi lebih rumit. Tapi dua sumber yang tahu masalah ini bilang kalo pemerintahan Trump belum ngakuin status itu dan anggap kapalnya tidak punya kewarganegaraan.
3. AS Kerahkan Pasukan Khusus
AS pindahin aset-aset militernya ke Inggris sebelum nyita kapal tanker tersebut, seperti yang dilaporin sama CNN.