Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Minta Prabowo Berantas Penyelundupan Benih Lobster

Senin, 11 Mei 2026 – 06:37 WIB

Jakarta, VIVA – Founder dan Owner Bandar Laut Dunia Grup atau Balad Grup, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur, menyerukan Tritura Nelayan Republik Indonesia dan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk satuan tugas khusus guna memberantas penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ke luar negeri.

Gus Lilur bilang, penyelundupan BBL ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tapi merupakan kejahatan ekonomi lintas negara yang merugikan nelayan, melemahkan kedaulatan kelautan Indonesia, serta membuat nilai tambah lobster nasional malah dinikmati negara lain.

“Kami menyerukan Tritura Nelayan Republik Indonesia. Ini adalah tuntutan nelayan kepada Presiden Prabowo agar negara hadirap secara tegas: berantas penyelundupan BBL, fasilitasi budidaya di laut Indonesia, dan gerakkan seluruh jajaran KKP untuk membesarkan budidaya lobster oleh nelayan Indonesia,” ujar Gus Lilur dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2026.

Gus Lilur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sejak Agustus 2025 telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan total budidaya BBL di luar negeri melalui kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurutnya, keputusan itu adalah langkah besar buat ngembaliin sumber daya lobster kepada kepentingan nasional.

“Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo. Sejak Agustus 2025, Presiden telah tunjukin keberpihakan yang jelas dengan menyetop total budidaya BBL di luar negeri. Ini adalah langkah kedaulatan. Ini langkah perlindungan terhadap nelayan Indonesia,”kata Gus Lilur.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut seirama dengan perubahan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024 menjadi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026. Perubahan regulasi ini dinilai penting karena mengarahkan tata kelola lobster supaya gak lagi tergantung pada kepentingan budidaya luar negeri, tetapi pada penguatan budidaya di wilayah Indonesia.

MEMBACA  Unjuk Rasa Menolak UU TNI di Lumajang Berujung Ricuh, 2 Mahasiswa Terluka

“BBL itu dari laut Indonesia. Makanya budidayanya harus di Indonesia. Nilai tambahnya harus tinggal di Indonesia. Jangan sampai benih dari kita, risikonya ditanggung nelayan, tapi keuntungan besarnya malah dinikmati negara lain,” tegas dia.

Namun, Gus Lilur mengingetin bahwa penghentian budidaya BBL di luar negeri gak akan efektif kalo jaringan penyelundupan masih dibiarin bergerak. Ia bilang praktik penyelundupan BBL berlangsung sistematis, punya jalur yang rapi, dan melibatkan jaringan lintas negara.

Menurut Gus Lilur, jaringan penyelundupan ini pake dua jalur utama. Pertama, jalur laut, yaitu BBL dari Indonesia dikirim ke Malaysia, lalu diteruskan ke Singapura. Kedua, jalur udara, yaitu BBL dari Indonesia dikirim langsung ke Singapura.

Tinggalkan komentar