Tangerang, Banten (ANTARA) – Sepuluh warga negara Indonesia dievakuasi dari utara Yaman karena situasi keamanan yang memburuk di negara tersebut.
Judha Nugraha, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia di Kementerian Luar Negeri, mengatakan para evakuasi – sembilan pelajar dan satu pekerja migran – tiba dengan selamat pada Kamis sore.
Mereka akan dikembalikan ke kota asal mereka di Banten, Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Menurut Nugraha, sepuluh warga negara tersebut merupakan bagian dari gelombang evakuasi pertama, yang menargetkan 14 warga Indonesia di utara Yaman. Empat di antaranya memilih untuk tinggal di Tarim, sebuah kota di selatan Yaman.
Pada gelombang kedua, pemerintah berencana untuk mengevakuasi 18 warga Indonesia lain setelah mereka menyelesaikan prosedur imigrasi yang diperlukan oleh otoritas Yaman.
“Pemerintah Indonesia saat ini sedang merencanakan untuk memfasilitasi gelombang evakuasi kedua. Sejauh ini, 18 warga negara Indonesia telah menyatakan keinginan untuk pulang – kebanyakan di antaranya adalah perempuan, anak-anak, dan lansia,” tambah Nugraha.
Pada 17 dan 18 Mei, pemerintah mengevakuasi warga negara dari utara Yaman ke sebuah rumah aman di Tarim, yang dioperasikan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Muscat.
Para evakuasi kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke Salalah, Oman, pada 21 Mei, sebelum berangkat ke Jakarta.
Menanggapi memburuknya situasi keamanan di utara Yaman, Kedutaan Besar Indonesia di Muscat telah meningkatkan tingkat kewaspadaan menjadi Level I untuk wilayah tersebut, yang meliputi Hudaidah, Sana’a, Dhamar, Taizz, dan Turbah.
Nugraha mengatakan pemerintah telah menerapkan beberapa langkah perlindungan, termasuk memperbarui data tentang warga negara Indonesia di wilayah tersebut, merevisi rencana kontingensi, dan berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk memastikan koridor aman.
Ia mendesak warga negara Indonesia yang berada di Yaman atau berencana untuk bepergian ke Yaman untuk tetap waspada, menghindari area berisiko tinggi atau ramai, membatasi gerakan yang tidak perlu, dan tetap berhubungan dengan Kedutaan Besar Indonesia di Muscat.
Situasi keamanan telah memburuk akibat serangan udara yang berlangsung antara Israel dan kelompok Houthi Yaman, yang berasal dari serangan dan blokade Gaza oleh Israel.
Berita terkait: RI prepares humanitarian aid for Yemen, Palestine, Sudan
Berita terkait: Government evacuates 2,632 Indonesian citizens from Yemen
Penerjemah: Azmi Syamsul Ma’arif, Yashinta Difa
Editor: Anton Santoso
Hak cipta © ANTARA 2025