Sekolah di Aceh yang Rusak Akibat Banjir Akan Dibangun Kembali Sebelum 2026: Menteri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan bahwa rehabilitasi sekolah yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Aceh akan selesei pada tahun 2026.

Dia menekankan bahwa rehabilitasi sekolah pascabencana mencerminkan komitmen negara untuk menjamin hak anak atas pendidikan yang berkualitas.

“Proses belajar tidak boleh berhenti. Sekolah dengan kerusakan parah akan dibongkar dan dibangun kembali di lokasi yang sama menggunakan dana revitalisasi,” kata Mu’ti dalam pernyataan pada Kamis.

Dia mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengalokasikan Rp2,4 triliun (sekitar US$142,9 juta) untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di seluruh Sumatra.

Menurut data penanggulangan bencana, per 15 Januari 2026, kementerian mencatat 171 satuan pendidikan terdampak, termasuk 93 sekolah menengah kejuruan.

Sejauh ini, 99 dataset sekolah telah diverifikasi dan dimasukkan dalam perjanjian kerja sama revitalisasi sekolah senilai Rp270 miliar (sekitar US$16 juta).

Untuk sekolah kebutuhan khusus, kementerian mencatat sekitar 20 institusi terdampak, dengan 15 dataset tervarifikasi dan 13 perjanjian senilai Rp3,98 miliar telah ditandatangani.

Pada tingkat pusat kegiatan belajar masyarakat, 58 unit terdampak, dengan tujuh dataset tervarifikasi dan dua perjanjian senilai Rp198 juta sedang diproses.

Menteri Mu’ti menyoroti bahwa program revitalisasi sekolah tidak hanya fokus pada perbaikan ruang kelas, tetapi juga mencakup pembangunan dan peningkatan fasilitas pendukung seperti toilet, perpustakaan, dan laboratorium.

“Upaya ini bertujuan untuk menyeimbangkan ketersediaan infrastruktur dengan jumlah siswa sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pembangunan karakter, rasa aman, dan percaya diri dalam komunitas sekolah,” ujarnya.

Tiga provinsi di Sumatra—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—sebelumnya dilanda banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan deras pada akhir November 2025.

MEMBACA  Milei Umumkan Argentina Akan Pindahkan Kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 2026 | Berita Yerusalem Timur yang Diduduki

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 29 Januari, bencana tersebut menewaskan 1.204 jiwa dan mengungsikan sekitar 106.000 orang lainnya.

Berita terkait: Indonesia completes revitalization of 53 disaster-hit Aceh schools

Berita terkait: Indonesia holds health screening in over 200,000 schools nationwide

Berita terkait: Indonesian Army restores flood-damaged elementary school in North Aceh

Penerjemah: Hana Dewi, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar