Sejumlah Akademisi Menyelidiki Film Dirty Vote, Ini Pendapat Mereka

Selasa, 13 Februari 2024 – 13:15 WIB

Polemik Dirty Vote di Masa Tenang Pemilu. Foto. Screenshoot PHSK

jpnn.com, JAKARTA – Sejumlah akademisi turut menyoroti film Dirty Vote yang disebut sebagai dokumenter.

Film berdurasi 1:57:22 yang memaparkan kecurangan setiap kandidat itu tayang pada 11 Februari 2024, beberapa hari sebelum pemungutan suara.

Guru Besar Hukum Konstitusi Universitas Pakuan, Andi Asrun menilai bahwa film tersebut bermuatan fitnah besar.

“Film ini sangat merugikan rakyat di masa tenang untuk menentukan pilihan Paslon Capres-Cawapres dan caleg-caleg,” ujar Andi, dalam keterangannya, Selasa (13/2).

Andi menjelaskan bahwa film Dirty Vote tidak didukung oleh bukti-bukti yang valid dan kuat, sebagaimana mestinya dalam sebuah tuduhan perkara hukum.

Menurutnya, film ini jelas ingin merendahkan kerja keras penyelenggara pemilu 2024.

“Apabila pembuat film memiliki data dan bukti pelanggaran pelaksanaan Pemilu 2024, seharusnya mereka mengajukan pengaduan ke Bawaslu atau membuat laporan pidana ke kepolisian,” tuturnya.

Andi menyayangkan bahwa pembuat film ini memilih untuk menyebarkan narasi fitnah di media sosial, yang merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Sejumlah akademisi turut menyoroti Dirty Vote yang disebut sebagai film dokumenter.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

MEMBACA  Kunci Keberhasilan BYD sebagai Produsen Kendaraan Listrik Terbesar di Dunia