Kamis, 7 Mei 2026 – 20:16 WIB
VIVA – Satu keluarga beranggotakan empat orang di India ditemukan meninggal dunia dalam kondisi misterius setelah makan larut malam di rumah mereka, termasuk memakan buah semangka. Peristiwa ini memicu kepanikan di masyarakat dan berdampak langsung pada turunnya penjualan semangka, buah musim panas yang populer di wilayah tersebut.
Kejadian itu berlangsung pada dini hari Minggu, 27 April, di kawasan Pydhonie, Bhendi Bazaar, Mumbai selatan. Korban adalah Abdullah Dokadia (45), istrinya Nasreen (35), serta dua putri mereka, Ayesha (16) dan Zainab (13).
Malam sebelumnya, keluarga tersebut menjamu sembilan tamu untuk makan malam dengan hidangan biryani. Setelah para tamu pulang, keempat anggota keluarga itu kemudian memakan semangka sekitar pukul 01.00 dini hari.
Sekitar pukul 05.00 pagi, mereka mengalami gejala parah berupa muntah, sakit perut, dan diare. Dalam kondisi setengan sadar, mereka dilarikan ke rumah sakit terdekat. Keempatnya meninggal dunia dalam selang waktu beberapa jam. Sementara itu, para tamu yang sebelumnya menyantap hidangan pulao yang sama tidak mengalami gejala apa pun.
Polisi telah mendaftarkan kasus ini sebagai kematian akibat kecelakaan dan telah memeriksa serta mencatat keterangan para tamu yang hadir saat makan malam.
Dampak kejadian ini segera terasa di pasar. Para pedagang melaporkan bahwa permintaan semangka turun hampir 30 persen. Buah tersebut bahkan dijual hanya lima hingga tujuh rupee per kilogram, jauh di bawah harga grosir normal yang biasanya berkisar antara 10 hingga 35 rupee per kilogram. Harga eceran semangka di Mumbai sendiri umumnya berada dikisaran 30 hingga 100 rupee per kilogram.
Para pedagang di Pasar Crawford, Mumbai selatan, mengatakan kepada The Indian Express bahwa sejumlah pelanggan bahkan mengembalikan semangka yang telah dibeli. Unggahan di media sosial tentang kematian keluarga tersebut memicu ketakutan publik terhadap konsumsi semmangka.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Maharashtra (FDA) kemudian mengumpulkan sampel biryani, semangka, air minum yang disimpan, beras, ayam, kurma, dan rempah-rempah dari rumah korban untuk diuji di laboratorium, sebagaimana dilaporkan News18. Organ dalam keempat korban juga telah dikirim untuk analisis kimia. Hingga kini, laporan forensik akhir masih ditunggu.
Halaman Selanjutnya
Sejumlah dokter menilai berbagai spekulasi di media sosial yang menyalahkan semangka tidak memiliki dasar ilmiah. Dr. Sanjay Surase, kepala medis Rumah Sakit Sir JJ tempat tiga korban meninggal, mengatakan gambaran klinis yang terjadi tidak sesuai dengan keracunan makanan biasa.