Minggu, 3 Mei 2026 – 22:51 WIB
Surakarta, VIVA – Pendopo Mangkunegaran, Solo, akhir pekan lalu berubah menjadi ruang perjamuan yang penuh nuansa sejarah dan kemegahan. Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-269 Mangkunegaran, diadakan acara Royal Dinner yang mengundang sekitar 150 tamu dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh pemerintah, pengusaha, sampai figur publik.
Beberapa nama penting terlihat hadir, seperti KGPAA Mangkunegaran X, GRAJ Ancillasura Marina Sudjiwo, Wali Kota Surakarta Respati Ardianto, Meliza M. Rusli, Nico Tahir, Aditya Bayunanda, dan Agus Martowardojo. Tapi malam itu bukan cuma soal daftar tamu VIP, pengalaman makan malamnya juga penuh makna budaya. Yuk, scroll buat tahu lebih lanjut!
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegaran X atau Gusti Bhre bilang kalau Royal Dinner ini adalah momen kebersamaan yang penuh sukacita. Dia juga berterima kasih atas dukungan banyak pihak yang menjaga tradisi Mangkunegaran tetep jalan.
“Terima kasih, selamat menikmati jamuan malam ini. Saya mewakili keluarga, selamat menikmati kebersamaan kita,” kata Gusti Bhre, dikutip dari keterangannya di Minggu, 3 Mei 2026.
Yang bikin Royal Dinner ini beda dari jamuan biasa adalah setiap hidangannya sengaja dibuat punyha cerita. Masakannya bukan cuma enak, tapi jadi alat buat menyampaikan filosofi Legiun Mangkunegaran dan jiwa keprajuritan.
Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura nerangin kalau perayaan tahun ini jatuh di Tahun Dal menurut kalender Jawa, yang dianggap sebagai masa penuh tantangan buat introspeksi diri.
“Ini kami wujudkan lewat tema keprajuritan yang bisa kalian lihat di sini. Mangkunegaran melambangkan semua ini dengan ikon kuda,” ujar Gusti Sura di Pamedan Mangkunegaran, Solo, Jateng.
Dalam budaya Jawa, Tahun Dal dilihat sebagai waktu buat mengasah ketahanan diri, mirip kuda pilihan yang jadi gagah karna latihan.