Selasa, 10 Maret 2026 – 09:02 WIB
Kiper Teja Paku Alam kembali menunjukkan peran penting dalam kemenangan Persib Bandung. Dia menambah koleksi clean sheet-nya setelah Maung Bandung menang meyakinkan 3-0 atas Persik Kediri di lanjutan Super League Indonesia, Senin 9 Maret 2026.
Kemenangan ini tak hanya memperkokoh posisi Persib di puncak klasemen, tapi juga membuat catatan nirbobol Teja semakin mengilap.
Kiper berusia 31 tahun itu kini sudah mengoleksi 15 clean sheet dari 22 pertandingan yang dijalani musim ini. Menurut data Transfermarkt, persentase nirbobolnya mencapai 68,2 persen—angka yang sangat impresif untuk kompetisi domestik.
Capaian tersebut membuat Teja menyamai rekor clean sheet dalam satu musim di Liga Indonesia sejak 2017, yang sebelumnya dipegang kiper Andritany Ardhiyasa bersama Persija Jakarta. Pada musim 2022/2023, Andritany mencatatkan 15 clean sheet yang jadi rekor tertinggi.
Tapi peluang Teja untuk melampaui catatan itu terbuka lebar. Soalnya, Persib masih punya 10 pertandingan tersisa hingga akhir musim.
“Alhamdulillah senang. Tapi ini bukan kerja saya sendiri, semua pemain juga berkontribusi,” kata Teja. “Pastinya kami akan terus berbenah. Mudah-mudahan ke depan bisa nambah clean sheet lagi dan tim semakin kompak,” tambahnya.
Sejauh ini, Teja juga unggul cukup jauh dari para pesaingnya dalam daftar kiper dengan clean sheet terbanyak di Super League musim ini. Kiper Bali United, Mike Hauptmeijer, ada di posisi kedua dengan sembilan clean sheet. Sementara Aqil Savik, Cahya Supriadi, dan Nadeo Argawinata masing-masing mencatatkan delapan clean sheet. Sedangkan Ernando Ari mengoleksi tujuh nirbobol.
Menariknya, beberapa nama tersebut justru masuk dalam skuad Timnas Indonesia yang dipanggil pelatih John Herdman.
Meski tampil konsisten, Teja belum dapat panggilan ke Timnas Indonesia. Banyak suporter di media sosial bahkan mulai mempertanyakan keputusan tersebut.
Namun tampaknya, staf pelatih lebih memprioritaskan regenerasi di posisi penjaga gawang. Saat ini, posisi kiper utama Timnas Indonesia masih menjadi milik Maarten Paes dan Emil Audero.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya juga menegaskan bahwa slot kiper ketiga akan diprioritaskan untuk pemain yang lebih muda agar bisa belajar dari para seniornya.
“Emil Audero sudah berpengalaman di Liga Italia, artinya kita punya dua kiper yang kokoh bersama Maarten Paes,” ujar Erick.