Rismon Sianipar Tegaskan Keaslian Ijazah Jokowi dan Gibran

Jumat, 13 Maret 2026 – 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – Peneliti dan pakar forensik digital Rismon Sianipar memastikan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui buku antitesis yang sedang dia tulis dan akan diterbitkan.

Polemik soal ijazah Jokowi dan Gibran yang sebelumnya dituduh palsu dalam dua bukunya berjudul "Jokowi’s White Paper" dan "Gibran End Game", sekarang dibantah oleh Rismon setelah melakukan penelitian lebih lanjut dan teliti.

Hal ini disampaikan Rismon setelah bertemu Wapres Gibran di Istana Wapres, Jakarta, hari Jumat, dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Iya, asli. Kenapa? Dengan penelitian saya, makanya saya bilang, ‘truth hurts’. Kebenaran itu menyakitkan. Tapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” kata Rismon kepada media di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat.

Berdasarkan penelitian lanjutan selama tiga bulan terakhir, Rismon menemukan fakta keaslian ijazah Jokowi, yaitu adanya tanda air (watermarks) dan emboss serta fitur lain dalam dokumen itu yang menunjukkan konsistensi saat dibandingkan dengan foto ijazah yang diunggah oleh Dian Sandi Utama.

Dia mengakui penemuan jejak stempel yang tidak terlihat pada foto ijazah didapat dengan memasukkan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya, dan kesimpulan dari jenis lensa dalam rekonstruksi penelitian terbarunya.

“Saya sampaikan ada tiga hal utama, emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload oleh Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya,” kata Rismon.

Untuk membantah tuduhan ijazah palsu dalam dua buku yang ditulisnya, Rismon menyampaikan pada Gibran bahwa dia akan menulis buku antitesis dari "Jokowi’s White Paper" dan "Gibran End Game".

MEMBACA  Petunjuk dan jawaban Edisi Olahraga Koneksi NYT untuk 31 Januari: Tips untuk menyelesaikan Koneksi #130

“Saya memang katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap: Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin untuk menyelesaikannya di kampung saya di Balige. Saya akan mempublikasikannya,” katanya.

Dia menambahkan penulisan buku itu setidaknya membutuhkan waktu enam bulan, sehingga diharapkan bisa diterbitkan pada tahun ini. (Ant)

Tinggalkan komentar