Riset dan Inovasi: Kunci Sukses Program JKN

Sabtu, 27 Juni 2026 – 19:48 WIB

Jakarta, VIVA – Buat mendorong peningatan kualitas layanan dan pastiin kebijakan Program JKN makin responsif terhadap kebutuhan masyarakarat, BPJS Kesehatan ngluncurin The 5th Open Call for Research Proposal 2026 dan Program Sinova (Sinergi Inovasi Bareng Pemerintah Daerah). Dua upaya ini jadi wadah kolabirasi antara BPJS Kesehatan, akademisi, peneliti, sama pemerintah daerah buat ngasilin inovasi dan rekomendasi berbasis bukti yang dukung penguatan penyelenggaraan Program JKN.

(Link artikel: Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Wanita Disekap Pacar Sempat Akan Dipulangkan karena Biaya Rp40 Juta, Bupati Turun Tangan)

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, bilang kalo ngembangin riset dan inovasi itu fondasi penting buat jaga keberlanjutan Program JKN sekaligus naikin kualitas pelayanan buat peserta. Menurutnya, tantangan sistem kesehatan yang makin dinamis perlu direspon lewat kebijakan yang didukung data dan hasil penelitian.

“BPJS Kesehatan yakin kalo riset dan inovasi punya peran dalam dukung transformasi pelayanan kesehatan. Berbagai tantangan yang dihadapi butuh solusi yang nggak cuma adaptif, tapi juga diperkuat sama adanya data. Makanya, kami terus buka ruang kolabirasi bareng akademisi, peneliti, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan buat ngasilin rekomendasi yang kasih manfaat nyata buat masyarakat,” kata Pujo.

(Link artikel: Klaim BPJS Tembus Rp 5 Triliun, IFI Desak Aturan Rujukan Fisioterapi Segera Dirombak)

Lewat The 5th Open Call for Research Proposal 2026 yang diadain dari tanggal 26 Juni sampe 17 Juli 2026, BPJS Kesehatan ngajak perguruan tinggi, lembaga penelitian, akademisi, dan peneliti dari berbagai daerah buat berkontribusi ngasilin kajian ilmiah yang bisa dukung pengembangan Program JKN. Topik kajian yang dilombain ini ngeliput wilayah penguatan promotif preventif, peningaktan keaktifan peserta, deteksi dan penanggulangan fraud, serta penguatan tata kelola Program JKN.

MEMBACA  Dunia Vogue melihat Kendall Jenner dan Bad Bunny mengambil alih Paris

Pujo ngejelasin kalo selama beberapa tahun terakhir, berbagai hasil penelitian yang lahir dari kolabirasi BPJS Kesehatan sama dunia akademik udah ngasih perspektif baru dalam memahami kebutuhan peserta, tantangan pelayanan kesehatan, sampe efektivitas implementasi kebijakan di lapangan.

(Link artikel: Taman Budaya BPJS di Minahasa Jadi Simbol Kolaborasi Ekosistem JKN)

“Kami pengen dorong lahirnya berbagai penelitian yang relevan sama kebutuhan penyelenggaraan Program JKN sekarang. Hasil risetnya nggak cuma jadi dokumen akademik, tapi diharapin bisa diterjemahin jadi rekomendasi yang aplikatif buat ningaktin mutu layanan bagi masyarakat,” kata Pujo.

Disamping nguatin pengembangan penelitian, BPJS Kesehatan juga ngeluncurin Program Sinova atau Sinergi Inovasi Bersama Pemerintah Daerah. Program ini jadi wadah kolabirasi buat dorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan dan tata kelola yang bisa dikembangin bareng pemerintah daerah sesuai kebutuhan dan carakteristik masing-masing wilayah.

(Link ke HalamanSelanjutnya)

Sebagai organisasi yang terus bertransformasi, BPJS Kesehatan yakin kalo kolab% birasi lintas unit, lintas O

Tinggalkan komentar