Rieke Diah Pitaloka Berbicara dengan Penuh Emosi soal Child Grooming, Menyinggung Kasus Aurelie Moeremans

loading…

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, memberikan sorotan terhadap fenomena child grooming. Foto/Dok.

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, memberikan perhatian khusus pada fenomena child grooming yang sedang ramai dibicarakan di media sosial. Hal ini terkait kasus yang melibatkan artis Aurelie Moeremans.

Pertama-tama, Rieke menekankan pentingnya peran media sosial sebagai alat perjuangan untuk keadilan, atau yang ia sebut dengan fenomena “Viral for Justice”.

Baca juga: Aurelie Moeremans Buka Suara usai Penikahannya Diungkit Roby Tremonti

Dalam kaitannya ini, ia menyoroti keberanian Aurelie yang merilis e-book gratis berjudul “Broken Strings: Fragment of a Stolen Youth”. Buku memoar itu mengungkap masa muda Aurelie yang kelam dan hancur karena praktek grooming.

“Kasus yang sedang viral di medsos adalah child grooming. Ini adalah hal yang bisa dibilang tabu untuk Indonesia selama ini. Tapi ada seorang perempuan bernama Aurelie Moeremans yang menerbitkan e-book gratis berjudul Broken Strings,” kata Rieke dalam rapat Komisi XIII bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Buku Broken Strings Seret Nama Nikita Willy, Diduga Artis Arogan yang Pernah Tolak Aurelie Moeremans

Politisi PDIP tersebut menegaskan bahwa child grooming bukanlah kejahatan biasa, tetapi sebuah modus operandi yang sangat sistematis. Pelaku atau groomer secara perlahan membangun kedekatan emosional dan menciptakan kebergantungan pada anak atau remaja, yang akhirnya berujung pada kekerasan atau eksploitasi seksual.

MEMBACA  Judul: Botin dari Santander Tidak Sepakat dengan Dimon, Lihat Hanya 'Potensi Positif' untuk Eropa Deskripsi: Ana Botin, CEO Santander, memiliki pandangan yang berbeda dengan Jamie Dimon mengenai masa depan Eropa. Ia melihat peluang besar dan optimisme di kawasan tersebut. (Tata letak bersih dan profesional, fokus pada konten tanpa tambahan komentar atau umpan balik.)