Revitalisasi PAUD untuk Wajib Belajar 13 Tahun di Indonesia

Pemerintah Indonesia menargetkan untuk merevitalisasi 3.865 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada tahun 2026 demi mendukung program wajib belajar 13 tahun.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, Nonformal, dan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan pada Selasa bahwa sejauh ini sudah ada 2.196 sekolah yang direvitalisasi dalam program tersebut, dengan total anggaran mencapai Rp909 miliar (sekitar Rp. triliun).

Program wajib belajar 13 tahun sudah mulai berjalan sebagai arah kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Ini artinya pemerintah tidak menunggu. Upaya sudah dilakukan melalui perluasan layanan PAUD serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan,” tambahnya.

Untuk memperkuat kesiapan guru PAUD, Gogot menyebut bahwa sebanyak 13.669 guru akan mendapat bantuan kualifikasi sarjana pada tahap kedua tahun ini.

Penerimanya terdiri dari 7.563 guru TK dan 6.106 guru PAUD nonformal.

Program ini memberi bantuan kepada guru PAUD yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau kualifikasi sarjana terapan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebanyak 6.745 guru TK menerima bantuan serupa pada tahun 2025.

Gogot juga menambahkan bahwa penguatan hukum untuk program wajib belajar 13 tahun, yang dimulai dengan satu tahun pendidikan prasekolah, udah dimasukkan ke dalam draf revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Langkah ini bertujuan memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.

Dengan masuknya PAUD dalam skema wajib merah belajar, negara diharapkan punya peran lebih besar dalam regulasi, pendanaan, dan jaminan kualitas.

Indonesia saat ini tengah mempersiapkan perpanjangan waktu belajar dari 12 tahun menjadi 13 tahun dengan memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah dalam sistem pendidikan nasional.

Berita terkait: ASEAN-SEAMEO roadmap to boost early childhood education: Indonesia
Berita terkait: Indonesia targets one kindergarten per village for 13-year education

MEMBACA  Indonesia mendesak G20 untuk memperkuat reformasi tata kelola global

Penerjemah: Hana Dewi, Raka Adji
Editor: Anton Santoso
Hak cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar