Rekomendasi RI untuk penanganan korban anak terorisme

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mengusulkan tiga pendekatan untuk menangani korban anak dari terorisme pada Sidang ke-33 Komisi Pencegahan Kejahatan dan Kehakiman Pidana (CCPCJ) yang berlangsung di Vienna, Austria, pada Senin (13 Mei 2024). “Indonesia telah menawarkan tiga pendekatan untuk menangani anak-anak yang terkait dengan terorisme,” informasi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Rycko Amelza Dahniel dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh kantornya pada hari Rabu.

Menurutnya, keterlibatan CCPCJ dapat membantu mengatasi masalah korban anak dari terorisme, oleh karena itu Indonesia, sebagai anggota CCPCJ, telah mengusulkan tiga pendekatan.

Ketiga pendekatan tersebut terdiri dari mencegah anak-anak menjadi korban tindakan kekerasan kelompok teroris, melakukan rehabilitasi dan reintegrasi anak-anak yang terkait dengan kelompok teroris, dan memastikan keadilan bagi anak-anak melalui pendekatan berbasis hak, paparnya.

Dahniel mengatakan bahwa CCPCJ adalah upaya global bersama untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap anak, khususnya untuk menangani masalah anak-anak yang terkait dengan kelompok teroris, yang melibatkan pelanggaran serius terhadap hak-hak anak.

Ia menekankan bahwa memenuhi hak-hak anak adalah salah satu prinsip utama dari Rencana Aksi Nasional untuk Pencegahan dan Pemberantasan Ekstremisme Kekerasan (RAN PE) di Indonesia.

Dalam hal ini, sejak tahun 2021, pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan Kantor PBB tentang Narkotika dan Kejahatan (UNODC) untuk melaksanakan proyek STRIVE Juvenile yang didanai oleh Uni Eropa, katanya.

CCPCJ adalah badan pembuat kebijakan utama PBB untuk pencegahan kejahatan dan keadilan pidana dengan mandat untuk meningkatkan langkah-langkah internasional untuk melawan kejahatan nasional dan lintas negara, serta meningkatkan efisiensi dan keadilan sistem administrasi keadilan pidana.

Indonesia terpilih sebagai anggota CCPCJ untuk periode 2024–2026 dalam pemilihan yang dilakukan pada April 2023 di New York, Amerika Serikat.

MEMBACA  Profil Salim Said, Figur Pers yang Juga Terkenal sebagai Pengamat Militer

Sidang CCPCJ di Vienna tahun ini mengusung tema “Mendorong Kerjasama Internasional dan Bantuan Teknis untuk Mencegah dan Mengatasi Kejahatan Terorganisir, Korupsi, Terorisme dalam Segala Bentuk dan Manifestasinya serta Bentuk Kejahatan Lainnya, Termasuk di Bidang Ekstradisi, Bantuan Hukum Timbal Balik dan Pemulihan Aset.”

Berita terkait: BNPT optimis kerjasama dengan UK menguntungkan kedua negara
Berita terkait: BNPT memuji dukungan UNODC yang teguh untuk upaya kontraterorisme

Translator: Agatha Olivia, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak cipta © ANTARA 2024