Selasa, 3 Maret 2026 – 15:07 WIB
Madrid, VIVA – Malam yang mestinya jadi saat pembuktian malah berubah jadi panggung kekecewaan. Kekalahan 0-1 Real Madrid di kandang sendiri dari Getafe bukan cuma kehilangan tiga poin. Hasil itu bikin fans marah, guncang ruang ganti, dan seret nama Presiden klub kedalam tekanan.
Real Madrid: Kylian Mbappe Cedera Lutut Kiri
Di Stadion Santiago Bernabeu, Real Madrid datang dengan misi jelas: jaga jarak dengan Barcelona dalam perburuan gelar La Liga. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tim yang dijulukin Los Blancos itu tertahan di 60 poin, ketinggalan empat poin dari rival utamanya, padahal musim tinggal 12 laga lagi. Dalam situasi kayak gini, setiap kesalahan jadi sangat mahal harganya.
Gol satu-satunya yang dicetak Facundo Satriano lahir dari keributan di kotak penalti. Pertahanan Madrid gagal membersihkan bola dengan baik, kasih ruang buat penyerang Getafe buat nembak dan kiper nggak bisa bendung. Getafe akhirnya catat kemenangan langka di Bernabeu, hasil yang rasanya kayak gempa kecil buat suporter di ibu kota Spanyol.
Jangan Ambil Risiko! Manchester United Didesak Tak Ganti Michael Carrick: Kalau Sudah Baik, Jangan Diutak-atik
Keadaan makin buruk di waktu tambahan. Franco Mastantuono harus keluar lapangan lebih cepet setelah dikasih kartu merah langsung karena protes keras ke wasit. Hukuman larangan main hampir pasti nungguin dia. Sebelumnya, Dean Huijsen dan Alvaro Carreras juga udah dipastikan absen karena akumulasi kartu. Artinya, Madrid terancam tampil tidak lengkap di pertandingan selanjutnya.
Jose Mourinho Ultimatum Gianluca Prestianni
Seperti diberitakan media olahraga Spanyol Diario, Pelatih Alvaro Arbeloa nggak cari kambing hitam. Dia malah berdiri di depan buat tanggung beban. Saat konferensi pers, dia bilang nggak ada pemain yang nyerah dan minta publik jangan salahin anak asuhnya. Menurut dia, kalau tim gagal menang, pelatih lah yang pertama harus bertanggung jawab.
Arbeloa juga tekankan perburuan gelar belum selesai. Dia bilang targetnya adalah mengambil semua poin yang tersisa. Fokus terdekat adalah pertandingan tandang ke Vigo yang harus dimenangin. Dia percaya selisih empat poin masih bisa dikejar, sambil ingetin bahwa Real Madrid adalah tim yang biasa bangkit dalam tekanan.
Halaman Selanjutnya
Tapi optimisme itu nggak sepenuhnya nular ke tribun. Beberapa suporter teriak minta Presiden Florentino Perez mundur dari jabatannya. Sorotan kamera tunjukin wajah sang presiden yang keliatan muram. Bangku-bangku kosong di beberapa bagian stadion jadi simbol lain dari kekecewaan yang mendalam.