Loading…
Keutamaan puasa Asyura (hari ke-10 bulan Muharram) perlu diketahui oleh umat Islam, mengingat betapa istimewanya ibadah di hari tersebut. Foto ilustrasi/ist
Keutamaan puasa Asyura (hari ke-10 bulan Muharram) sangat penting dipahami umat Islam karena keistimewaannya. Apa yang membuat hari Asyura begitu spesial dan apa saja keutamannya?;
Hari Asyura (10 Muharram) tahun ini akan jatuh pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Ulama ahli fiqih dan pakar hadis dari Samarkand (Uzbekistan), Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H), dalam kitabnya *Tanbihul Ghafilin* meriwayatkan dari Ikrimah yang berkata [Hari Asyura]() adalah hari diterimanya taubat Nabi Adam ‘alaihissalam. Di hari itu juga, Nabi Nuh ‘alahissalam turun dari perahunya dan berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Selain itu, di hari yang sama Fir’aun ditenggelamkan dan laut terbelah untuk Nabi Musa ‘alaihissalam. Bani Israil pun berpuasa di Hari Asyura sebagai bentuk rasa syukur mereka.
Imam Abu Laits juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah yang berkata:
“Siapa yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu.” Sufyan berkata: “Coba saja kami praktekan dann kami merasakan kebenarannya.”
Baca juga: [5 Perintah Al-Qur’an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya]()
Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas RA berkata, ketika Nabi SAW baru hijrah ke Madinah dan melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura, beliau bertanya kepada mereka tentang hal itu.
Mereka menjawab: “Hari ini Allah memberikan kemenangan kepada Nabi Musa dan Bani Israil melawan Fir’aun dan pengikutnya, maka kami berpuasa untuk mengagungkan hari ini.”Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pun bersabda: “Kami lebih berhak mengikuti jejak Musa daripada kalian.” Kemudian Nabi SAW memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.
”