Jumat, 10 April 2026 – 03:30 WIB
Jakarta, VIVA – Konflik tentang rumah antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim atau Okin, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya kasus ini dibawa ke jalur hukum, kini pihak Okin dikatakan mulai menunjukkan niat untuk menyelesaikan masalah dengan cara damai.
Langkah damai ini muncul setelah pengacara Rachel menerima ajakan bertemu dari tim hukum Okin. Upaya ini jadi sinyal bahwa konflik yang panas ini berpotensi diselesaikan lewat jalur komunikasi. Scroll ke bawah untuk baca artikel selengkapnya.
Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa pertemuan itu sebenarnya tidak direncanakan untuk diketahui publik. Dia menegaskan inisiatif pertemuan datang dari pihak Okin, setelah sebelumnya pihak Rachel memberikan pernyataan di kepolisian.
“Yang pasti pertemuan ini diinisiasi oleh kuasa hukum atau pengacarnya dari saudara Niko. Ya, setelah saya kasih pernyataan kemarin di Polda Metro Jaya, kurang lebih malam hari atau besoknya saya diajak bicara oleh kuasa hukumnya Saudara Niko yang ingin mengadakan pertemuan,” kata Ragahdo kepada media, Jumat (10/4).
Menurut Sangun, pertemuan itu bertujuan membuka ruang diskusi untuk menyelesaikan masalah yang jadi polemik, terutama soal rumah yang jadi sumber konflik. Meski belum ada kesepakatan konkret, pihak Okin disebut sudah mengajukan beberapa poin sebagai bentuk penawaran penyelesaian.
Dia ungkapkan ada beberapa hal yang diajukan pihak Okin, tapi belum bisa dijelaskan detail karena harus didiskusikan dulu dengan kliennya.
“Ya, saya dengarkan tadi sudah ada beberapa poin yang diajukan Saudara Niko. Tapi apa isinya saya mungkin belum bisa terlalu terbuka ke kalian semua. Saya tidak mau mendahului klien,” jelasnya.
Sangun menambahkan, dari pertemuan awal itu, terlihat ada niat dari pihak Okin untuk menyelesaikan masalah dengan cara baik.
“Cuma intinya ini ingin diselesaikan. Kalau dari pihak Niko juga tadi yang saya lihat ingin selesaikan secara baik, ingin ada tanggung jawab,” jelasnya lagi.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, pihak Rachel dikatakan masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum ambil keputusan akhir. Hal ini wajar karena konflik ini sudah berlangsung sejak 2021 dan sebelumnya pernah ada kesepakatan yang tidak berjalan sesuai rencana.