Pusat Krisis MUI Dibuka untuk Mengawasi Pembebasan Sembilan WNI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mendirikan pusat krisis untuk memantau upaya pembebasan aktivis kemanusiaan, termasuk sembilan warga negara Indonesia yang diculik oleh Israel saat menjalani misi kemanusiaan ke Gaza.

Ketua Divisi Ukhuwah MUI, Muhammad Zaitun Rasmin, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers setelah rapat konsolidasi dengan ormas Islam dan lembaga filantropi di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, pada Kamis.

“MUI sudah menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendirikan pusat krisis untuk menampung masukan, misalnya dari keluarga korban. MUI sudah menerima masukan ini untuk memperkuaty posisi dan memberikan dukungan penuh,” ujar Rasmin.

Dia juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan membuka kemungkinan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto jika proses pembebasan tidak segera terealisasi.

“MUI akan meminta pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto jika masalah ini masih belum terselesaikan dan jika sandera tidak segera dibebaskan,” lanjutnya.

Dalam hal ini, Rasmin mengajak semua umat Islam untuk bersuara mendukung pembebasan para aktivis kemanusiaan ini.

Serupa dengan itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Erick Yusuf, juga telah menyiapakan surat resmi untuk lembaga nasional dan internasional guna memperkuat advokasi diplomatik dan kemanusiaan.

“Kami juga telah menyiapkan surat-surat resmi, tidak hanya kepada pemimpin negara, tetapi juga kepada pemimpin internasional, termasuk lembaga internasional terkait. Kami harap kita bisa bekerjasama,” katanya.

Dia menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah pembebasan para aktivis kemanusiaan dan memastikan bantuan bisa mencapai Gaza.

Selain itu, MUI juga mengajak ormas Islam, lembaga filantropi, dan berbagai komunitas untuk bersama-sama mengawal gerakan kemanusiaan ini.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ikut dalam konvoi kemanusian Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza diculik oleh pasukan Israel yang menyergap kapal mereka.

MEMBACA  Eco Wave Power Menandatangani MoU Dengan Bharat Petroleum India Untuk Mengembangkan Energi Gelombang

Di antara sembilan warga Indonesia yang diculik, ada tiga jurnalis dari media nasional yang sedang bertugas, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Tinggalkan komentar