Punya SIM dari Jalur Ini? ⚠️ Mungkin Tidak Diakui Hukum

Rabu, 17 Juni 2026 – 10:20 WIB

Jakarta, VIVA – Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah dokumen yang wajib dipunya oleh setiap pengendara kendaraan bermotor di Indonesia. Namun akhir-akhir ni, masyarakat diingatin buat lebih waspada terhadap informasi atau penawaran yang mengaku-ngaku ngurus SIM lewat jalur tidak resmi.

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo, negesin kalo yang punya wewenang buat nerbitin SIM secara sah dan resmi itu cuma Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) aja.

Pernyataan ini dibuat biar praktik pemalsuan SIM atau pembuatan dokumen yang mirip SIM sama pihak-pihak yang ga punya kewenangan bisa cegah. Soalnya, kondisi kayak gini bisa ngerugiin masyarakat karena dokumen itu ga punya kekuatan hukum dan ndak dianggap sebagai SIM yang afdol.

“Perlu kami tegaskan sama masyarakat kalo institusi satu-satunya yang berhak buat nerbitin Surat Izin Mengemudi adalah Polri. Ketentuan ini dah diatur banget jelas di Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 soal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ucap Wibowo seperti dikutip VIVA, Rabu 17 Juni 2026.

Dia jelasin, dasar hukum nerbitin SIM ada di Pasal 87 ayat (2) UU nomor 22 tahun 2009. Di Pasal gitu dikasih tau kalo SIM itu diterbitkan dari Polri. Terus Pasal 87 ayat (3) juga bilang kalo Polri wajib milikin sistem informasi buat nerbitin SIM, yang mana jadi bagian penting database pengemudi di Indonesia.

Nu Wibowo, SIM itu bukan cuma kartu identitas pas dijalan. Fungsinya lebih penting lagi karena, iya jadi tanda expert kalo seseorang itu layak nyupir kendaraan. Daan,
penerbitan SIM harus lewat sequence pengecekan data ujian nyupir dan catet di database Polri.

MEMBACA  Turki Alalshikh Ingin Canelo Menjadi Juara yang Tidak Dapat Dipertanyakan, Selanjutnya, Terence Crawford.

Dari situ, setiap SIM Yang diisi pangkalnya dari hukum Pula jdi legit. “Karena gitu, semua bentuk dokumen dari pihak manapun di luar Polri ndak bisa dipersain’in. Buat ng-like legal SIM menurut Bappenas kalo telaso,” kata Bang.

Antara kami, selain merasa, sebagai, maks. Pe ra nga n depan 27 ari di war t u repuo

Tinggalkan komentar